Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Imigran Asal Afganistan Kabur dari Rudenim Pekanbaru
    PEKABANRU (EKSPOSnews): Sebanyak 28 orang imigran gelap Afghanistan yang kabur dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru, Riau hanya membawa satu helai pakaian yang mereka pakai saat melarikan diri.

    "Mereka hanya bawa baju yang mereka pakai. Tak ada yang bawa tas atau lainnya," kata seorang imigran Afghanistan , Bashir Ahmad, 30, di Rudenim Pekanbaru, Minggu 5 Desember 2010.

    Sebanyak 28 imigran gelap Afghanistan kabur dengan menggali terowongan dari sel tahanan hingga ke luar tembok tahanan setinggi tujuh meter pada Sabtu (4/12) malam. Petugas Rudenim baru berhasil menangkap seorang imigran yang kabur, Muhammad Jalile (28), di semak-semak yang jaraknya tak jauh dari Rudenim.

    Bashir mengaku melihat kejadian itu karena dirinya berada di sel tahanan yang berada di seberang sel IE tempat 28 imigran melarikan diri. Menurut dia, Pekanbaru sedang diguyur hujan deras saat kejadian terjadi.

    Para imigran secara bergantian kabur di sela waktu patroli petugas jaga Rudenim sekitar pukul 22.00 WIB. Ia mengatakan saat itu pintu sel tahanan belum dikunci karena Rudenim baru menguncinya pada tengah malam.

    "Saya tak mau ikut, lebih baik sabar menunggu di sini," kata Bashir dengan bahasa Ingris terbata-bata.

    Seorang imigran lainnya, Syed Adil Reza (20), mengatakan para imigran itu kabur karena merasa frustasi tidak kunjung mendapat suaka ke negara tujuan. Ia mengatakan, para imigran itu keluar dari Afghanistan karena perang yang tak berkesudahan dan berencana mencari suaka ke Australia.

    "Ada yang sudah lebih dari tujuh bulan di tahanan tapi UNHCR lamban menangani kami, tentu saja ada banyak yang memilih kabur," ujarnya.

    Ia menambahkan, kondisi Rudenim yang tak layak juga menambah frustasi para imigran. Syed Adil yang menempati salah satu sel di lantai dua Rudenim mengatakan kondisi atap ruang tahanan banyak yang rusak dan bocor setiap hujan.

    Kepala Rudenim Yanizur mengakui bahwa para imigran yang kabur disebabkan karena tak sabar menunggu proses suaka dari organisasi PBB yang menangani pengungsi UNHCR dan International Organization and Migration (IOM).

    "Mereka yang kabur adalah para pencari suaka dan banyak yang tak sabar. Tapi lamanya proses tersebut bukan karena kesalahan pemerintah Indonesia," katanya.

    Ia mengatakan, salah satu hambatan lamanya proses suaka karena para imigran menggunakan nama palsu dan dokumen keimigrasian palsu. Hal itu menyebabkan proses pendataan memakan waktu lama.(an)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!