
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Pilkada Labuhanbatu, Politik Pecah Belah
RANTAUPRAPAT (EKSPOSnews) : Berbagai pola diterapkan untuk tim pemenangan calon bupati (Cabup) jelang Pilkada Labuhanbatu, Sumuty. Diantaranya, bahkan melakukan pola pecah belah atau devide et empera. Selain itu, upaya pengerahan massa.
Demikian dikatakan bupati Labuhanbatu T Milwan dalam satu kesempatan di acara Rapat kerja cabang (Rakercab) khusus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Labuhanbatu, Sabtu (8/5) di Rantauprapat. “Pola pecah belah semakin dirasakan Parpol pendukung salah satu cabup,” ungkapnya. Karena, katanya, sebagai bahagian dari pelaksanaan tahapan Pilkada, maka masing-masing tim sukses akan berusaha untuk pemenangan calon kandidat yang diusung. Sehingga, ‘perang’ strategi akan dilakukan. “Ada strategi-strategi tertentu yang diterapkan,” tegasnya. Tujuan strategi pecah belah itu, katanya, untuk memengaruhi parpol pendukung. Sehingga, Milwan pada kesempatan itu, mengingatkan kepada kader PDIP Labuhanbatu agar tidak termakan pola seperti itu. Sebab, dia menilai pola politik PDIP semakin mengalami kemajuan. “PDIP memiliki pola yang semakin baik,” ujar cabup yang diusung PDIP pada Pilkada Labuhanbatu di tahun 2005 lalu itu. Contoh pola pecah belah itu, tambah penasehat tim pemenangan pasangan calon Adlina-Trisno itu, dengan beredarnya rumor mempertanyakan legalitas status ijazah Cabup Adlina. “Dengan isu itu sama dengan ingin memecah belah parpol pendukung,” paparnya. Padahal, tambah dia, KPUD dan Panwaslukada Labuhanbatu telah melakukan verifikasi dan klarifikasi dugaan kepalsuan ijazah itu. Dan, ujarnya, langkah yang diterapkan kedua lembaga penyelenggara dan pengawas Pemilu itu sudah benar. “KPU dan Panwas sudah melakukan verifikasi dan klarifikasi,” tukas dia. Kondusifitas Labuhanbatu Jelang Pilkada Labuhanbatu kondusifitas daerah akan tetap terjaga. Itu, sepanjang tidak adanya upaya pihak-pihak tertentu dalam menciptakan konflik. Dan, keyakinan terjaminnya keamanan itu juga tetap diharapkan T Milwan Bupati Labuhanbatu. Sebab, ujarnya, disela-sela acara Konfercab khusus PDIP Labuhanbatu, masyarakat setempat sudah mampu menilai hal-hal yang terbaik. “Saya yakin terhadap kondusifitas. Sebab, masyarakat mengetahui apa yang terbaik,” tandasnya. Senada dengan itu, Direktur Eksekutif Lembaga Studi Advokasi dan Kebijakan (Elsaka) Efendi Panjaitan juga menilai keamanan akan terjamin, jika para elit politik dapat menahan diri. Sebab, tambahnya, saat sekarang ini merupakan masa-masa kegelisahan bagi kalangan elit politik. “Konflik Horizontal hanya akan terjadi jika adanya setting politik,” bebernya. Dampaknya, ketika kegelisahan elit politik itu hanya akan membuat kerugian kalangan masyarakat bawah. “Kegelisahan itu jangan justru memprovokasi masyarakat bawah,” harapnya. Untuk Labuhanbatu, tambahnya, kekuatan massa hanya bersifat kekuatan struktural. Tidak pada kekuatan kultural. Terlebih lagi, di daerah itu tidak adanya sosok sentral. “Labuhanbatu tidak memiliki sosok kharismatik yang menjadi tokoh sentral. Sehingga, kekuatan hanya bersifat struktural. Tidak kultural,” paparnya. Efendi juga mengharapkan, dalam rangka pelaksanaan kampanye Pilkada, katanya, parpol pendukung dan tokoh-tokoh elit politik agar mampu lebih memberikan pendidikan politik yang cerdas kepada masyarakat. Telebih lagi dengan menyuguhkan jargon-jargon yang arogan. Sehingga, menciptakan kontraproduktif kepada calon yang ada. Sehingga, dengan pola kesederhanaan akan mudah diterima masyarakat. “Dalam pemenangan calon, setting kampanye jangan arogan. Dan mesti elegan. Seperti dengan mempergunakan slogan-slogan yang sederhana. Sehingga, mudah diterima masyarakat,” tandasnya.(fajar)
BERITA TERKAIT:
|