Jum'at, 01 Agustus 2014
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Kunjungi eksposnews.com dari HP Anda!
  • Home  / Pojok
    Mahasiswa Hamili Siswi SMP di Bojonegoro
    Selasa, 26 Maret 2013 | 08:54:38
    BOJONEGORO (EKSPOSnews): Sebut saja Mawar (15) pelajar SMP di Kabupaten Bojonegoro. Usianya yang masih belia namun harus menanggung janin berusia 4 bulan. Nahasnya lagi sang pacar yang menghamilinya tidak mau mengakui.

    Mawar hamil setelah disetubuhi oleh pacarnya, inisial Ai (20) warga Kecamatan Dander, Bojonegoro sebanyak satu kali. Mengetahui hal itu, orang tua Mawar tidak terima, dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro.

    Kasubag Humas Polres Bojonegoro AKP Subarata membenarkan adanya laporan tersebut. Ayah korban Bambang Mulyono (39), warga Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro mendatangi Mapolres setempat untuk melaporkan pacar anaknya yaitu AI (20) mahasiswa asal Desa Kunci Kecamatan Dander.

    "Pelapor (Bambang Mulyono) menceritakan ihwal kehamilan anaknya yang kini menginjak usia 4 bulan," terang Subarata, Senin 25 Maret 2013.

    Subarata menceritakan, peristiwa itu bermula pada awal tahun 2012 lalu, saat Mawar atau anak pelapor diajak berkenalan melalui short message service (SMS) dari seorang laki-laki bernama AI (inisial). Setelah lama akhirnya keduanya menjalin hubungan berpacaran.

    " Pada hari minggu bulan November 2012 pukul 12.00 WIB, korban diajak bertemu disuatu tempat lalu ke desa Dander yang diakui terlapor (AI) adalah rumah neneknya,"imbuhnya.

    Dalam kondisi rumah yang kosong itulah, korban diajak masuk ke dalam kamar lalu dirayu untuk diajak berhubungan intim sebanyak satu kali. Setelah melakukan hal itu AI berjanji menikahi Mawar, tetapi sampai dinyatakan hamil AI berkelit. "Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan UPPA Polres Bojonegoro,"ungkapnya.

    Subarata menyatakan, kasus persetubuhan tersebut memang sering ditangani oleh Polres, namun tidak banyak juga yang diselesaikan secara kekeluargaan. Banyak faktor yang mengakibatkan remaja hamil diluar nikah, salah satunya kebebasan menggunakan kecanggihan teknologi. (beritajatim)

    Akses berita terbaru versi mobile di: m.eksposnews.com
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!