
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Bandarlampung Masih Membutuhkan Guru dan Tenaga Medis
NET
PerawatBANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Sekretaris Daerah Kota Bandarlampung Badri Tamam mengatakan pemerintah setempat masih membutuhkan tenaga medis untuk rumah sakit dan guru pengajar di sejumlah sekolah negeri kota itu.
"Pemkot Bandarlampung belum menerima surat moratorium dari Mendagri, sehingga akan tetap mengajukan surat permohonan kepada pemerintah pusat," katanya di Bandarlampung, Jumat, 9 September 2011. Dia mengatakan, surat sedang dalam proses pembuatan karena melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandarlampung, dan langsung mengajukan ke pemerintah pusat. Ia melanjutkan, sebenarnya bukan hanya tenaga medis dan guru yang dibutuhkan di Pemerintah Kota Bandarlampung, tenaga yang menguasai materi akuntansi pun sangat dibutuhkan. "Akuntansi sangat dibutuhkan karena mengingat kita sudah mendapatkan predikat wajar tanpa pengcualian (WTP) dari perwakilan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK)," terangnya. Ia menjelaskan, pemerintah masih membutuhkan itu untuk di setiap dinas karena harus bisa mempertahankan predikat tersebut karena penilaian ini juga dilihat dari segi administrasi dan ketepatan laporan keuangan. Menurut dia, mempertahankan itu lebih sulit dibandingkan dengan merebutnya kembali. Oleh karena itu sangat membutuhkan tenaga ahli akuntansi sebagai pendukung. Selain itu juga, tenaga arsitek masih pun sangat kurang padahal dibutuhkan untuk merancang membangun Kota Bandarlampung. Untuk moratorium yang dikeluarkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) atas keputusannya yang menghentikan penerimaan CPNS, Pemkot tetap mendukung, namun saat ini pemerintah sedang membutuhkan tenaga ahli tersebut. Ia mengatakan, jumlah para pencari kerja saat ini sangat banyak, dan sama halnya dengan jumlah tenaga kerja yang ada di lingkungan pemerintahan dan dunia usaha. "Jika dunia usaha maju, pemerintah tidak perlu lagi mengangkat pegawai," kata dia. Dia menjelaskan, namun dunia usaha yang ada saat ini belum cukup baik, sehingga pemerintah banyak memperkerjakan para pegawai.(an)
BERITA TERKAIT:
|