Taiwan Sediakan 40 Ribu Lowongan Kerja untuk Tenaga Kerja Indonesia

Selasa, 9 Agustus 2011 | 04:00:16
NET
TKI
JAKARTA(EKSPOSnews): Negara Taiwan memiliki lowongan kerja bagi sedikitnya 40.000 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk bekerja di bidang konstruksi, sektor kelautan sebagai anak buah kapal ikan dan sektor kesehatan sebagai perawat bagi para lanjut usia.

Dirjen Pembinaan Penempatan tenaga Kerja (Binapenta) Kemenakertrans Reyna Usman, usai memberikan laporan kunjungan kerja dalam rangka Pelantikan Kepala Bidang Tenaga Kerja Taiwan di Taiwan, akhir Juli 2011 lalu kepada Menakertrans Muhaimin Iskandar di kantor Kemenakertrans, Jakarta, Senin, 8 Agustus 2011.

"Perluasan pasar kerja di negara itu masih terbuka, karena kondisi perekonomian di Taiwan cukup bagus yang membutuhkan tenaga-tenaga kerja terampil sektor formal dan informal," ujar Reyna Usman.

Sampai akhir Juli 2011, sebanyak 166.261 orang TKI bekerja di Taiwan seperti data di Kamar Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI).

Dari jumlah itu, sebanyak 87 persen TKI bekerja di sektor domestik dan 13 persen sisanya bekerja di sektor semiformal dan formal di bidang manufaktur, kesehatan, pelaut/anak buah kapal dan sektor konstruksi.

"Pemerintah akan memanfaatkan peluang kerja sektor formal dan informal itu dengan cara mempersiapkan calon TKI yang hendak bekerja dengan keterampilan yang memadai, sesuai dengan lowongan pekerjaan yang dibutuhkan," ujar Reyna.

Diharapkan agar peluang kerja di Taiwan itu dapat menjadi salah satu alternatif negara penempatan selain kawasan Timur Tengah, terutama Arab Saudi yang saat ini tengah dalam status moratorium.

Reyna mengatakan Kemenakertrans akan menindaklanjuti peluang kerja di Taiwan itu dengan melakukan koordinasi dengan PPTKIS dan lembaga terkait, seperti KDEI untuk mempersiapkan TKI yang akan bekerja ke negara itu.

Pemerintah akan memerhatikan kualitas calon TKI sebelum diberangkatkan ke Taiwan dan juga TKI purna penempatan melalui program motivator untuk calon TKI, sekaligus mengajarkan Bahasa Mandarin dan karakteristik keluarga Taiwan.

Bahkan untuk para TKI yang akan mengakhiri masa kontrak akan diberikan pelatihan kewirausahaan dengan mengundang narasumber yang berkompeten, dengan tujuan agar upah yang selama ini diperoleh menjadi modal usaha untuk berwirausaha di Tanah Air atau membentuk kelompok wirausaha.(an)

BERITA LAINNYA
Pemilik Sogo Diminta Pekerjakan Warga Lokal
Minggu, 19 April 2015 | 19:04:02
Kepri Kekurangan 20 Dokter Spesialis
Kamis, 26 Maret 2015 | 14:32:51
Jabar Serahkan SK CPNS
Rabu, 18 Maret 2015 | 16:32:25
Pembagian SK CPNS Mukomuko Ditunda
Selasa, 17 Maret 2015 | 05:26:02
BERGABUNGLAH MENJADI TARUNA/TARUNI AKADEMI TNI 2015
Rabu, 25 Februari 2015 | 19:54:45
Tak Ada Intervensi dalam Seleksi CPNS
Senin, 9 Februari 2015 | 15:38:55
Kemendikbud Buka Lowongan Kerja Guru 1.000 orang
Sabtu, 20 Desember 2014 | 06:42:19
BERIKAN KOMENTAR
Top