• Home
  • Pendidikan
  • Pola Pikir Guru Perlu Diubah dalam Penerapan Kurikulum Baru

Pola Pikir Guru Perlu Diubah dalam Penerapan Kurikulum Baru

Kamis, 18 Juli 2013 | 05:30:09
SLEMAN (EKSPOSnews): Penerapan Kurikulum 2013 di Kabupaten Sleman menghadapi beberapa kendala diantaranya perubahan pola pikir guru dari pola pengajaran lama menjadi sesuai sistem kurikulum baru, kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga Kabupaten Sleman Arif Haryono "Kendala yang dihadapi dalam penerapan kurikulum 2013 adalah karena ini memang ada perubahan pola pikir guru di dalam proses pembelajaran," kata Arif Haryono.

Menurut dia, guru tidak hanya melakukan ceramah, akan tetapi bagaimana guru mendorong dan memotivasi siswa untuk aktif dan kreatif.

"Itu pendekatan pembelajaran yang dilakukan guru, kalau dulu ada Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Kurikulum 2013 juga bagaimana bisa mendorong kreatifitas, aktifitas para siswa di dalam melaksanakan dan mengikuti proses pembelajaran," katanya, Rabu 17 Juli 2013.

Arif mengatakan secara umum Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga Kabupaten Sleman telah siap menjalankan kurikulum 2013.

"Implementasi Kurikulum 2013 dilakukan secara bertahap dan terbatas," katanya.

Ia mengatakan, untuk Kabupaten Sleman Sekolah Dasar sudah dilaksanakan di 13 SD, SMP enam sekolah, SMA delapan sekolah dan SMK lima sekolah.

"Dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 itu ada dua hal yang harus di lakukan yang pertama Diklat Guru. Diklat pendidikan untuk sekolah sasaran ini sudah dilaksanakan bersama dengan Kepala Sekolah," katanya.

Kemudian yang kedua adalah buku-buku untuk siswa, buku pegangan Kurikulum 2013 didistribusikan pada masing-masing sekolah.

"Untuk bisa melaksanakan Kurikulum 2013 ini tentu saja perlu waktu karena pembelajaran memang berbeda," katanya.

Kurikulum 2013 itu di samping mengembangkan kemamampuan akademik atau kecerdasan juga masing-masing kompetensi dasar itu harus ada nilai sikap perilaku.

"Bagaimana proses pembelajaran itu bisa mengintegrasikan antara kemampuan kecerdasan intelektual atau disebut dengan ranah konitif kecerdasan afektif berupa sikap perilaku dan psikomotoris keterampilan," katanya.(ant)

BERITA LAINNYA
Murid di Jakarta Selatan Laporkan Kepala Sekolah
Selasa, 30 September 2014 | 12:47:22
Pendidikan Usia Dini Perlu Didukung
Selasa, 30 September 2014 | 05:30:15
Onno W Purbo Beri Kuliah IT Online Gratis
Selasa, 30 September 2014 | 04:10:13
Dosen IPB Masuk Nominasi Bursa Rektor UI
Sabtu, 27 September 2014 | 20:12:54
Mahasiswa Minta Dana BOS Aceh Barat Diaudit
Kamis, 25 September 2014 | 20:41:13
Naskah Kuno Sumber Karakter Masyarakat
Rabu, 24 September 2014 | 07:23:58
Siswa SMK 11 Muarojambi Belajar di Lantai
Rabu, 24 September 2014 | 02:47:13
Juara OSN-LKS dapat Bonus Rp42 Juta
Selasa, 23 September 2014 | 05:51:13
BERIKAN KOMENTAR
Top