Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Aceh Berharap Beasiwa dari China
    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Masyarakat pendidikan di Aceh berharap alokasi beasiswa dari Pemerintah China untuk mahasiswa asal provinsi itu melanjutkan pendidikannya di negeri tersebut, kata Ketua Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Aceh A Rani Usman.

    "Minat generasi Aceh untuk melanjutkan pendidikannya di berbagai universitas di China cukup tinggi. Karenanya, kami berharap adanya alokasi beasiswa dari Pemerintah China," katanya di Banda Aceh, Jumat 3 Februari 2012.

    Ia menyebutkan saat ini terdapat empat mahasiswa Aceh yang sedang melanjutkan pendidikannya di beberapa perguruan tinggi di China, tiga diantaranya adalah alumnus IAIN Ar-Raniry Banda Aceh.

    Tingginya minat masyarakat Aceh untuk melanjutkan pendidikan program S2 dan S3, dilihat dari keinginan mempelajari bahasa mandarin di kalangan mahasiswa, baik dari Universitas Syiah Kuala maupun IAIN Ar-Raniry Banda Aceh.

    "Saya meyakini jika saja ada program bantuan beasiswa Pemerintah China kepada mahasiswa Aceh, maka banyak yang akan mendaftarnya," kata A Rani Usman yang juga Wakil Dekan Bidang Kerjasama Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh.

    Menurut dia, di era globalisasi saat ini tidak ada masalah dalam mempelajari dan melanjutkan pendidikan meski ke China. Apalagi, China merupakan salah satu negara maju yang diperhitungkan.

    "Selain itu, di era globalisasi dewasa ini sudah menjadi tuntutan bahwa kita harus bersaing secara harmonis, selain saling mengetahui dan mempelajari budaya dari negara lain, termasuk China," kata dia.

    Artinya, tidak menjadi aneh jika ada putra dan putri Aceh yang berkeinginan besar mengetahui budaya lain di era globalisasi ini, termasuk budaya dan bahasa mandarin tersebut, kata A Rani Usman.

    Karenanya, Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandari Aceh bekerja sama dengan IAIN Ar-Raniry Banda Aceh membuka kursus bahasa mandarin untuk menampung masyarakat daerah mempelajari bahasa tersebut.(antara)


    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!