Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Sekolah RSBI Picu Terbentuknya Kasta Pendidikan Nasional
    NET
    RSBI
    JAKARTA(EKSPOSnews): Anggota Komisi X DPR RI Rohmani mengemukakan bahwa kebijakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) telah memunculkan kasta dalam pendidikan nasional.

    "Justru program RSBI memperburuk kondisi pendidikan nasional," katanya melalui surat elektronik di Jakarta, Rabu, 11 Januari 2011.

    Karena itu, ia melihat bahwa kebijakan RSBI juga telah gagal meningkatkan mutu pendidikan nasional.

    Anggota Fraksi PKS itu menyatakan bahwa sejak kebijakan RSBI diberlakukan, berbagai persoalan muncul.

    Persoalan dimaksud, kata dia, mulai dari pembiayaan yang harus ditanggung oleh siswa, dan mahalnya biaya pendidikan hanya karena ada label RSBI.

    Padahal, katanya, dalam konstitusi jelas disebutkan mencerdaskan rakyat adalah kewajiban negara.

    "Kita tahu, pendidikan untuk mensejajarkan seluruh anak negeri. Semua berhak mendapatkan pendidikan yang layak tanpa memandang status kemampuan ekonominya. Faktanya RSBI milik kelas ekonomi tertentu," kata anggota Komisi X yang membidangi pendidikan, olahraga, pariwisata dan kebudayaan itu.

    Menurut dia, setelah enam tahun berjalan, program RSBI belum menunjukkan capaian kemajuan pembangunan pendidikan nasional.

    Bahkan tujuan dari RSBI belum juga terwujud, yaitu mencetak sekolah bertaraf internasional (SBI).

    Hal ini, menurut Rohmani, patut dipertanyakan karena sejak tahun 2005 hingga saat ini belum satu pun sekolah yang berstatus SBI.

    "Anggaran yang dikeluarkan pemerintah miliaran rupiah untuk menjadikan SBI. Belum lagi dana yang dipungut dari orang tua murid. Namun hingga hari ini hasilnya belum ada," katanya menegaskan.

    Ia mengatakan bahwa berdasarkan evaluasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), seluruh sekolah yang dikelola sebagai RSBI tidak satu pun layak menjadi SBI.

    Jumlah sekolah RSBI, katanya, mencapai 1.305 sekolah yang terdiri atas level SD, SMP, SMA, dan SMK.

    Menurut Rohmani, kondisi tersebut ironi d itengah harapan masyarakat memiliki pendidikan terjangkau dan berkualitas.

    Karena itu, ia kembali meminta pemerintah mengoreksi kebijakan RSBI.

    Menurutnya semua sekolah berhak mendapat perlakuan yang sama, layaknya fasilitas yang diterima sekolah RSBI.

    "Seharusnya bukan sekolah yang berlabel RSBI saja," demikian Rohmani.(antara)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!