Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Pendidikan Budi Pekerti Diusulkan Masuk Kurikulum Sekolah
    NET
    Siswa
    LUBUKPAKAM (EKSPOSnews): Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara menyatakan, pendidikan budi pekerti perlu dimasukkan ke dalam kurikulum karena dinilai efektif mencegah degradasi moral di kalangan pelajar.

    "Pemerintah perlu memasukkan kembali mata pelajaran budi pekerti ke dalam kurikulum pendidikan nasional guna meningkatkan pemahaman pelajar tentang pendidikan budi pekerti atau etika," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Deli Serdang Lukmanul Hakim Siregar di Lubuk Pakam, Senin, 8 Agustus 2011.

    Dia menambahkan, degradasi atau kemorosotan moral di kalangan generasi muda dewasa ini terjadi antara lain akibat minimnya pemahaman mereka tentang budi pekerti atau etika.

    Untuk membentuk watak dan sikap seseorang agar kelak mempunyai etika dan moral yang baik, lanjut dia, mutlak dibutuhkan peranan dan bimbingan dari orang tua dan dibarengi dengan pendidikan budi pekerti mulai dari sekolah dasar hingga jenjang sekolah lanjutan tingkat atas.

    Materi yang diajarkan dalam pendidikan budi pekerti antara lain sikap saling hormat menghormati, tanggung jawab, kejujuran, empati, keadilan, inisiatif, keberanian, ketekunan, rasa optimis, integritas, sopan santun, adab begaul dan kualitas moral atau mental.

    Namun, kata Lukmanul, kini pola pembelajaran budi pekerti yang dinilai efektif mengantisipasi terjadinya degradasi moral di kalangan pelajar tersebut nyaris tidak diterapkan dalam kurikulum pendidikan nasional.

    Pascadekade tahun 1960-an, menurut dia, pendidikan budi pekerti tidak lagi dimasukkan dalam kurikulum pendidikan nasional ataupun sebagai mata pelajaran wajib di sekolah.

    "Pendidikan budi pekerti penting diajarkan di sekolah, baik secara teori maupun praktik. Meski demikian, pengembangan budi pekerti pada anak adalah salah satu tugas orang tua yang paling penting," ujarnya.

    Untuk mengoptimalkan kinerja proses belajar mengajar di bidang pendidikan budi pekerti, para guru harus mampu menjadi teladan atau panutan bagi siswa-siswi mereka.

    Selain memasukkan mata pelajaran budi pekerti ke dalam kurikulum pendidikan nasional, kata Lukmanul, pemerintah juga perlu mengeluarkan keputusan tentang penambahan jam pelajaran untuk bidang studi agama, terutama agama Islam.

    "Jam pelajaran agama Islam di sekolah dewasa ini hanya sekitar dua jam dalam setiap minggu. Padahal untuk mata pelajaran lainnya bisa mencapai delapan jam dalam satu minggu," paparnya.

    Untuk memberikan pemahaman agama yang baik dan utuh pada peserta didik, menurut dia, perlu adanya penambahan jam pelajaran atau materi pelajaran agama di sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi. (an)




    Share |
    BERITA TERKAIT:
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!