
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Sistem Pendidikan Nasional Perlu Pembenahan
NET
SekolahPADANG(EKSPOSnews): Prof Dr Azyumardi Azra menyarankan sistem pendidikan nasional diperlukan
pembenahan, baik segi dukungan anggaran, kurikulum maupun metode
pembelajaran untuk menuju ke arah perkembangan lebih baik.
"Beberapa hal mendasar tersebut mendesak untuk segera dilakukan pembenahan bagi pemerintah, agar sistem pendidikan nasional menuju perubahan lebih baik," kata Azyumardi Azra di Padang, Kamis, 28 Juli 2011. Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, ke Sumatera Barat pada acara peluncuran bukunya yang diterbitkan Erlangga berjudul Cerita Azra di Aula RRI Padang. Menurut dia, pendanaan untuk pendidikan nasional harus lebih efisiensi, meskipun sekarang sudah ada ketentuan alokasi anggaran pendidikan 20 persen tetapi masih belum efisiensi. Kondisi itu, salah satunya dapat dilihat pada perkembangan pengelolaan lembaga pendidikan yang belum maksimal. Pembenahan berikutnya, tambah Azyumardi, perlu perkecil kesenjangan pendapatan guru yang masih terlihat saat ini. Di daerah yang kaya, seperti DKI kesejahteraan guru cukup terjamin karena insentifnya capai Rp3 juta. Sementara itu, pada daerah dengan pendapatan keuangan terbatas tentu sedikit insentifnya, kondisi memperlihatkan ketimpangan pendapatan tenaga pengajar. Upaya pembenahan berikutnya, kata Azyumardi, harus kembali menjalankan trilogi pendidikan (keluarga, sekolah dan masyarakat) secara maksimal. Kenyataan sekarang terjadi kesenjangan nilai, misalnya di rumah dan sekolah anak-anak mendapatkan pendidikan untuk bersikap jujur, tapi di tengah masyarakat disuguhkan banyak tindak korupsi. Selanjutnya, metode pendidikan harus dirubah, bukan saja pengajaran yang menekankan pada aspek koknitif saja, tapi mesti diseimbangkan dengan afektif dan psikomatorik. Soalnya sekarang metode pendidikan lebih menonjolkan koknitif, sehingga terabaikan dua aspek tersebut, sehingga mudah terjadi tauran antar pelajar. Menurut dia, terjadi kekeliruan pada tingkat filosofis pendidikan nasional saat ini, karena menganggap anak-anak sebagai kertas putih yang bisa dibubuhi tintah yang diinginkan. Padahal, sudah banyak yang mempangaruh perkembangan pemikiran anak dewasa ini, mulai dari pergaulan di masyarakat dan kemajuan teknologi seperti internet. Apalagi dewasa ini empati orangtua terhadap tumbuh kembang anak-anaknya kian berkurang karena dihadapkan dengan rutinitas pekerjaan. "Makanya diharapkan pemerintah harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan sehingga terjadi perubahan ke arah lebih baik," katanya.(an)
BERITA TERKAIT:
|