Jum'at, 25 Juli 2014
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Kunjungi eksposnews.com dari HP Anda!
  • Banyak Guru Lulus Sertifikasi Tapi Tak Penuhi Syarat Terima Tunjangan
    Sabtu, 4 Juni 2011 | 06:39:00
    MEDAN(EKSPOSnews): Banyak tenaga pengajar baik tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas yang sudah lulus sertifikasi guru ternyata tidak memenuhi ketentuan yang disyaratkan dalam sertifikasi guru tersebut setelah menerima dana tunjangan.

    Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Syaiful Syafri, di Medan, Jumat, 3 Juni 2011, mengatakan, sejak diluncurkan tahun 2007 oleh pemerintah, sertifikasi guru selalu menjadi permasalahan yang pelik terutama di daerah-daerah.

    Salah satunya ternyata banyak guru penerima sertifikasi yang tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan. Untuk itu ia mengimbau Disdik kabupaten/kota untuk proaktif dalam mensukseskan pelaksanaannya.

    "Banyak guru berprestasi yang tidak sesuai atau tidak memenuhi syarat. Seperti ada yang jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) nya yang tidak memenuhi kuota 24 jam per minggu. Padahal semua yang terlibat dalam sertifikasi ini harus memenuhi peraturan," katanya.

    Ia juga mengaku kecewa dengan kurangnya perhatian kabupaten/kota akan pelaksanaan program sertifikasi guru tersebut. Seperti pada lomba sertifikasi pengawas sekolah akhir Mei lalu, banyak kabupaten/kota yang tidak mengirimkan wakilnya.

    "Ini sangat disayangkan, terkesan kabupaten/kota tidak mendukung gurunya untuk berprestasi. Atau memang sama sekali tidak ada guru di daerahnya yang berkompeten untuk ikut lomba sertifikasi pengawas sekolah itu," katanya.

    Kepala Bidang Pengendalian Mutu Pendidikan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Eduard Sinaga, mengatakan, dalam lomba sertifikasi pengawas tersebut, pihaknya mengharapkan setiap kabupaten/kota mengirimkan wakilnya.

    Namun kenyataannya dari 99 orang peserta yang diharapkan dari 33 kabupaten/kota di Sumut, hanya 22 orang peserta yang hadir untuk mengikuti lomba.

    "Untuk tingkat pengawas SMA, hanya kabupaten Karo, Sibolga, Asahan, Langkat, Simalungun dan Deli Serdang yang mengirimkan peserta. Sedangkan untuk tingkat pengawas SMP hanya kabupaten Asahan, Deli Serdang, Medan, Langkat dan Simalungun yang mengirimkan peserta. Lalu tingkat TK-SD, hanya 9 kabupaten kota yang mengirimkan peserta, yakni Madina, Labusel, Asahan, Labura, Karo, Deli Serdang, Langkat, Medan dan Simalungun," katanya.

    Ia juga menyarankan agar dilakukan evaluasi terhadap guru penerima sertifikasi yang tidak efektif menjalankan tugasnya seperti yang disyaratkan dalam sertifikasi guru.

    "Satu hingga enam bulan tidak efektif guru penerima sertifikasi harus dievaluasi. Ada juga guru yang enam bulan tidak mengajar karena pendidikan, itu tidak layak menerima dana sertifikasi lantaran tidak mengajar," katanya.

    Menurut dia, kewajiban guru penerima sertifikasi tidaklah mudah, karena setelah menerima dana tunjangan, guru tersebut juga harus memenuhi kewajiban-kewajiban lainnya demi peningkatan kualitas pendidikan di daerahnya msing-masing.

    "Karena itu guru jangan hanya menuntut hak sertifikasi, tetapi tidak diimbangi dengan kinerja yang baik. Sertifikasi harus diimbangi dengan kinerja yang bagus, karena sertifikasi ini diperuntukkan bagi guru profesional," katanya.(an)

    Akses berita terbaru versi mobile di: m.eksposnews.com
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!