Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    SD RSBI Belum Diperlukan
    NET/Ilustrasi

    SURABAYA (EKSPOSnews): Sekolah Dasar (SD) berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), khususnya di Surabaya dinilai masih belum diperlukan.

    Kepala Seksi Kurikulum dan Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Surabaya, Aniek Handajani, Minggu, 24 Oktober 2010,  mengatakan, kurang tepat jika ada rencana pembuatan SD berstatus RSBI pada saat ini.

    "Untuk SD kami nilai masih belum waktunya terbentuk RSBI. Berbeda dengan SMP dan SMA maupun SMK yang lebih siap dan matang," ujar Anik Handayani.

    Ia juga mengatakan, status SD RSBI harus menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris. Selain itu, kepala sekolah minimal memiliki skor TOEFL 550 dan guru 500.

    "Persoalan itulah yang harus dipikirkan. Jika syarat administrasi saja belum mampu dipenuhi, maka lebih baik tidak usah didirikan SD RSBI. Apalagi sebagian guru SD harus bisa berbahasa Inggris," tukas dia.

    Selain itu, lanjut dia, masalah bahasa pengantar itu sangat memberatkan siswa. Karena jika dipaksakan, maka beban belajar siswa menjadi dua kali lipat.

    "Jika siswa sudah kesulitan belajar matematika, dan ditambah gurunya menyampaikannya dalam Bahasa Inggris yang sulit dimengerti siswa, bisa-bisa kecil nilainya," tutur dia.

    Anik juga menyayangkan keselahpahaman orang tua dalam menilai anak, dengan selalu menekankan prestasi akademik, hingga bangga jika anaknya terdaftar di SD RSBI. Padahal, lanjut dia, pendidikan anak itu harus menyeluruh, meliputi aspek seni dan ilmu pengetahuan, hingga pelajaran estetika.

    "Orang tua hendaknya bisa memahami dengan tidak menjadikan beban RSBI sebagai target anak. Sebab, tidak semua anak akan mampu menyerap dan mengerti pelajaran yang ada dalam RSBI. Siapa tahu anak itu juga memiliki kemampuan lain yang lebih berbakat," tuturnya.

    Kendati demikian, Anik juga mengingatkan bahwa kurikulum SD RSBI bisa membuat siswa cepat menangkap pelajaran yang diajarkan di kelas. Sebab, kurikulumnya merupakan pengembangan Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP) yang dimodifikasi dengan kondisi pendidikan sekarang.

    Tidak hanya di Surabaya, seluruh SD se-Jawa Timur juga belum ada yang berstatus RSBI. Catatan Dinas Pendidikan Jatim, terdapat 164 sekolah RSBi dan tidak ada satu pun jenjang SD. Rinciannya, jenjang SMP sebanyak 66 sekolah, jenjang SMA sebanyak 49 sekolah dan 43 sekolah untuk jenjang SMK.(an)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!