Wisadawan STT Bina Tunggal Mampu Siap Kerja

Jumat, 16 April 2010 | 05:08:02
Berita Terkait:
BEKASI (EKSPOSnews): Seluruh alumni Sekolah Tinggi Teknologi Bina Tunggal Kota Bekasi, Jabar, yang jumlahnya 413 orang mampu semuanya diserap pasar kerja.

Ketua STT Bina Tunggal Hendra Adiyatna di sela wisuda 74 mahasiswanya  mengatakan, mahasiswa sebelumnya telah dibekali keterampilan siap pakai sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni, ditambah lagi dengan adanya laboratorium yang memadai sebagai sarana praktek.

"Kita bersyukur ternyata apa yang diperoleh selama pendidikan menjadi pintu masuk di pasar kerja," ujarnya.

Ketua badan pembina Yayasan Bina Tunggal, A Sidik Prawiranegara mengharapkan, dalam kondisi lingkungan kerja yang makin kompetitif, wisudawan harus siap memenuhi tuntutan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh pengguna industri dan jasa.

Sidik menyatakan, tenaga kerja asing makin banyak berkiprah di Indonesia mengikuti arus investasi dari luar. Kondisi demikian akan menyulitkan angkatan kerja baru dalam memperoleh pekerjaan layak.

"Kita perlu merespons dengan mempersiapkan secara dini melalui suatu proses pembelajaran yang menghasilkan lulusan berdaya saing kompetitf, sesuai dengan moto sekolah tinggi yaitu `berkualitas dalam kemandirian`," ujarnya.

Ia juga mengingatkan kepada wisudawan untuk bekerja secara profesional, produktif dan cerdas dalam menghadapi persoalan.

"Kita harapkan wisudawan terhindar dari sikap dan budaya instan atau jalan pintas, menjauhkan diri dari KKN, meningkatkan kesehatan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME," ujarnya.

Wakil dari wisudawan Arnold Nesron P. Sianipar, mengucapkan terima kasih kepada semua yang berperan dalam lembaga pendidikan STT Bina Tunggal mulai dari ketua yayasan, dosen, pengajar, staf administrasi yang telah memberikan pelajaran berharga, bimbingan, perhatian serta kerjasama selama masa belajar.

Ia memberi masukan kepada pengelola yayasan untuk terus melengkapi isi laboratorium, adanya sarana informasi antaralumni, dosen dan juga mahasiswa yang masih dalam tahap belajar.

"Kami menganjurkan agar sarana ini diadakan karena kami anggap ini perlu sehingga rasa keakraban sesama alumni bisa tetap terjalin dan informasi antaralumni serta alumni ke mahasiswa dapat disampaikan," ucapnya.

Alumni yang dilakukan merupakan ke tujuh kalinya. Ke-74 orang sarjana dari program studi teknik mesin sebanyak 15 orang, teknik elektro 23, teknik industri 12, program studi D-3 teknik mesin serta elektronika 16 orang. (ant)

BERITA LAINNYA
18 Tahun LAM dan PK, Berjuang untuk Pendidikan
Kamis, 11 Desember 2014 | 05:56:59
Mahasiswa UGM Bikin Tablet untuk Tunanetra
Rabu, 3 Desember 2014 | 05:14:32
Ombudsman: Kurikulum 2013 Membebani Guru dan Siswa
Minggu, 30 November 2014 | 05:32:21
ITS Luncurkan Bus Listrik Pertama
Minggu, 23 November 2014 | 19:50:06
Sepeda Motor Siswa SMK Ini Ditenagai Tabung Gas 3 Kg
Jumat, 21 November 2014 | 07:21:09
Minat Baca Warga Jambi Kurang
Jumat, 21 November 2014 | 05:40:06
Beasiswa Riset untuk Jurnalis
Kamis, 20 November 2014 | 08:11:07
Universitas Andalas Miliki 138 Guru Besar
Jumat, 14 November 2014 | 15:12:33
Chevron Diminta Bangun Kembali SMA Rumbai
Jumat, 14 November 2014 | 09:44:01
BERIKAN KOMENTAR
Top