
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Pemkot Ambon Terapkan Kurikulum Berbasis Lingkungan
AMBON (EKSPOSnews): Pemerintah kota (Pemkot) Ambon akan menerapkan kurikulum muatan lokal berbasis lingkungan pada berbagai tingkatan sekolah sebagai terobosan penanganan sampah di ibu kota provinsi Maluku itu.
"Jalur pendidikan merupakan salah satu terobosan strategis agar secara dini mengajarkan para siswa untuk membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Kita harapkan kurikulum tersebut dapat diterapkan pada tahun ajaran 2010/2011," kata Wali Kota Ambon, Jopi Papilaja, di Ambon, Selasa (6/4). Upaya tersebut untuk mendukung peraturan Wali Kota No. 66 tahun 2009 tentang tertib sampah. "Jadi dengan menerapkan kurikulum berbasis lingkungan diharapkan mengubah perilaku masyarakat dalam upaya menangani permasalahan sampah karena kenyataannya saat ini kesadaran warga relatif kurang," ujar Papilaja. Ia mengatakan, penanganan sampah melalui jalur pendidikan minimal harus dimulai dari masing-masing lingkungan sekolah dengan cara sederhana yaitu mengajak siswa membuang sampah pada tempat yang tersedia. "Upaya ini diterapkan dengan dukungan sanksi yang tegas kepada oknum siswa yang melanggar sehingga menumbuhkan kesadaran dari para murid sejak dini," katanya. Papilaja optimistis apabila siswa terus dimotivasi untuk membuang sampah pada tempatnya secara efektif setiap hari, maka sedikit demi sedikit perilaku tertib dan disiplin akan tumbuh dan selanjutnya mempraktekkan hal tersebut di rumah. "Penerapan kurikulum maupun bahan ajar berupa buku pelajaran bagi para murid dan guru sudah tersedia," ujarnya. Penyusunan materinya, menurut Papilaja, merupakan hasil kerja sama Pemkot Ambon dengan lembaga Peace Trough Development (PTD) dari United Nation Development Programe (UNDP). "Kami sudah menyiapkan contoh materi buku pendidikan berbasis lingkungan baik untuk siswa maupun guru di berbagai tingkatan sekolah, terutama tentang bagaimana mengupayakan hidup bersih, mengenal jenis-jenis sampah maupun cara pengolahan dan sebagainya," kata Papilaja. Ia mengharapkan penerapan kurikulum ini berhasil sehingga upaya mengembalikan citra kota Ambon yang maju, aman, nyaman, indah, sejuk, elok (manise) terealisasi. (ant)
BERITA TERKAIT:
|