Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Perkembangan Rintisan Sekolah Internasional Harus Dipantau
    Ilustrasi
    MEDAN (EKSPOSnews): Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Syawal Gultom mengatakan, perkembangan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) harus terus dipantau dan dibina untuk meningkatkan mutu pendidikan.

    "Karena RSBI juga harus memenuhi berbagai kriteria sebagaimanaa yang telah dipredikatkan kepada institusi pendidikan itu," katanya di Medan, Rabu (24/3).

    Dia mengatakan, RSBI dalam perkembangannya harus tetap memenuhi beberapa kriteria yang telah ditetapkan, seperti etos kerja atau belajar, bahasa yang digunakan yakni bahasa global serta sarana prasarana yang mencakup sistem informasi dan menajemen.

    "Etos belajar inilah juga perlu dinilai, apakah telah sesuai dengan nilai standar internasional melalui cara belajar dan mekenisme pembinaan," katanya.

    Lebih lanjut ia mengatakan, dengan label internasional yang dimiliki satu institusi pendidikan, maka tentunya pengelola institusi tersebut juga menargetkan angka peminat yang tinggi.

    Dengan melakukan pengawasan tersebut, maka institusi tersebut juga bisa dibuktikan perkembangannya, apakah pantas untuk menyandang predikat internasional atau tidak.

    Selama ini, kata dia, RSBI masih dibiayai oleh pemerintah dalam pengelolaannya. Ke depan, jika sudah menjadi Sekolah Berstandar Internasional (SBI), sekolah itu harus mampu membiayai diri sendiri untuk pengembangan mutu pendidikannya.

    Untuk bisa mengelola secara mandiri, satu institusi pendidikan harus mampu menerapkan standar pendaanan, pengelolaan, manajemen, tenaga kependidikan dan kompetensi lulusan.

    "Standar itu sangat perlu demi peningkatan pendidikan, sedangkan sekolah bertaraf nasional saja sudah harus menerapkan delapan standar, konon lagi internasional," katanya.

    Menanggapi tudingan RSBI tidak berpihak pada masyarakat golongan ekonomi lemah karena menerapkan SPP yang cukup tinggi, menurut dia, hal itu tidak benar sepenuhnya.

    Menurut dia, bukan hal yang salah jika seorang siswa berbakat mendapatkan pendidikan yang lebih layak untuk menunjang peningkatan mutu pendidikan yang dimilikinya.

    "Siswa lain juga tetap dapat bersekolah di tempat lainnya. Pendidikan juga tak bisa selalu disamaratakan untuk meningkatkan mutu pendidikan," katanya. (an)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!