Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Kurikulum Perguruan Tinggi Harus Berdasarkan Kompetensi
    Ilustrasi
    YOKYAKARTA (EKSPOSnews): Kurikulum perguruan tinggi harus disusun berdasarkan kompetensi mahasiswa sehingga dapat meningkatkan kredibilitasnya di mata masyarakat, kata Koordinator Tim Kurikulum Berbasis Kompetensi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Silvi Dewayani.

    "Untuk menciptakan perguruan tinggi yang memiliki kredibilitas tinggi harus dimulai dari penyusunan kurikulum yang membangun kompetensi para mahasiswanya," katanya pada sarasehan pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (13/3).

    Menurut dia, jika sebuah perguruan tinggi memiliki lulusan yang dicari oleh para pengguna seperti perusahan atau institusi maupun membuat lapangan pekerjaan sendiri, maka universitas tersebut akan diakui kredibilitasnya oleh masyarakat.

    "Meskipun tanpa menggunakan promosi yang berlebihan dengan biaya yang besar, masyarakat akan berlomba-lomba masuk ke universitas tersebut," katanya.

    Ia mengatakan, Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 045/u/2002 mengatur kurikulum perguruan tinggi yang berdasarkan pada kompetensi. Pilar yang dibangun adalah kompetensi utama yang mencirikan lulusan sebuah program studi, kompetensi yang ditetapkan oleh kalangan perguruan tinggi, masyarakat profesi, dan pengguna lulusan.

    Selain kompetensi utama, ada kompetensi pendukung dan kompetensi lain yang berbeda dari alur jurusan. Kompetensi itu ditentukan oleh penyelenggara program studi.

    Misalnya, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), kompetensi utama yang harus dibangun adalah mereka bisa memberdayakan masyarakat atau mereka harus kritis terhadap situasi masyarakat.

    Namun, meraka juga diberi kompetensi selain masalah sosial dan politik seperti berwirausaha atau bahasa Inggris sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan kebijakan penyelenggara program studi.

    Menurut dia, kurikulum berbasis kompetensi itu akan fokus pada pembentukan kompetensi mahasiswa dan lulusannya.

    "Jika perguruan tinggi serius dalam merancang kurikulumnya, maka akan meningkatkan kredibilitas perguruan tinggi itu sendiri di mata masyarakat," katanya.(ant)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!