Kerusuhan Warga di Sorong, 7 Rumah Dibakar

Sabtu, 12 Oktober 2013 | 06:01:29
JAYAPURA (EKSPOSnews): Tujuh rumah dibakar, dan tiga rumah lainnya dirusak dalam Insiden amuk massa, di Aimas,Kabupaten Sorong, Papua Barat, Jumat (11/10/2013). Amuk massa dipicu, atas kemarahan warga Intimpura,Aimas,Kabupaten Sorong - Papua Barat, yang warganya ditemukan meninggal dunia, Kamis(10/10/2013) malam akibat dibunuh oleh orang tidak dikenal.

Puluhan warga Intimpura, Aimas, kabupaten Sorong, Papua Barat, dengan membawa sejumlah alat tajam, Jumat 11/10 siang kemarin, melakukan pembakaran terhadap tujuh unit rumah warga yang terletak di kawasan Intimpura, Aimas, kabupaten Sorong, Papua Barat.

Data yang berhasil dihimpun SULPA di lapangan, Amuk massa ini di picu, atas meninggalnya seorang warga setempat yang merupakan warga transmigran bernama Sugito yang ditemukan tewas mengganasakan disemak-semak yang diduga akibat di bunuh oleh sejumlah orang tidak dikenal, Kamis (10/10/2013)
malam tepatnya di kampung Klasuluk, Distrik Mariat, Aimas, Kabupaten Sorong.

Tidak terima dengan hal tersebut, Puluhan warga kampung Klasuluk, Distrik Mariat, Aimas, Kabupaten Sorong, yang umumnya merupakan warga transmigran, Jumat siang tadi mencari pelaku pembunuhan yang diketahui juga merupakan warga setempat.

Karena marah tidak menemukan pelaku, puluhan warga pun mendatangi rumah pelaku, dimana warga yang mempersenjatai diri dengan alat-alat tajam, berupa parang dan golok, langsung melakukan pengerusakan, bahkan warga yang sudah emosi. Langsung membakar rumah milik pelaku.

Atas kejadian tersebut, aparat Kepolisian dari Brimob Detasemen C , Polda Papua, Polres Sorong,
Polres Kota Sorong, serta pasukan TNI Dari Batalyon 752, dan kodim Sorong, yang dipimpin lanngsung Kapolres Sorong, AKBP E.Zulpan, turun langsung untuk mengamankan amuk massa tersebut.

Bahkan 1(satu) Unit kendaraan Taktis, Barracuda milik Detasemen C Brimob di turunkan untuk mengamankan amuk massa yang semankin tak terkendali.
Sempat terjadi ketegangan antara puluhan massa yang merupakan keluarga korban, dengan aparat keamanan, yan meminta warga untuk tidak melakukan tindakan anarkis.

Hingga saat ini, aparat keamanan dari TNI dan Polri, maih terus disiagakan di lokasi kejadian, hal ini bertujuan untuk mengantispasi hal-hal yang tidak dinginkan.

Kapolres Sorong, AKBP, E.Zulpan yang diminta konfirmasinya soal insiden tersebut, hingga saat ini, belum dapat di konfirmasi, dimana Kapolres bersama muspida dan para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta Dandim Sorong, masih melakukan pertemuan untuk menyelesaikan konflik tersebut, agar tidak meluas. (tribunnews)


BERITA LAINNYA
2 Rumah Dihantam Longsor di Padang
Kamis, 27 November 2014 | 05:22:15
Kendaraan Anggota dan PNS Korem Mojokerto Diperiksa
Rabu, 26 November 2014 | 20:35:29
Bosan Jual Soda, Coca-Cola Kini Dagang Susu
Rabu, 26 November 2014 | 19:19:23
Jokowi: Lima Tahun Lagi, Sumatera Bebas Pemadaman
Rabu, 26 November 2014 | 02:35:19
Air Danau Toba Timbulkan Gatal-gatal
Selasa, 25 November 2014 | 19:15:29
Banjir 1 Meter Rendam Perumahan di Pekanbaru
Senin, 24 November 2014 | 16:29:32
Penemuan Mayat Tanpa Kepala Gegerkan Warga Lhokseumawe
Senin, 24 November 2014 | 06:36:53
BERIKAN KOMENTAR
Top