Kamis, 24 April 2014
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Kunjungi eksposnews.com dari HP Anda!
  • Status Gunung Sinabung Waspada Level II
    Rabu, 14 Agustus 2013 | 14:04:06
    MEDAN (EKSPOSNews): Berdasarkan data pengamatan secara instrumental (seismik) dan secara visual pada Juli 2013, Gunung Api Sinabung mengalami peningkatan kegiatan kegampaan dibanding bulan sebelumnya, yang ditandai dengan meningkatnya gempa vulkanik dalam (VA), saat ini kegiatan Gunung Api Sinabung masih dalam status waspada (level II).

    Disebutkan, gempa tektonik lokal mengalami peningkatan pada Juli 27 kali dan Juni mencapai 34 kali. Hal ini diterima dari laporan Pos pengamatan Gunung Api Sinabung melalui Humas Pemkab Karo, Selasa (13/8/2013).

    Dalam laporan itu direkomendasikan, agar masyarakat waspada jika beraktifitas di radius 2 kilometer dari kawah. Jika tercium bau belerang yang kuat, masyarakat disarankan pakai penutup mulut/masker dan diharapkan masyarakat sekitar kaki Gunung Api Sinabung selalu berkoordinasi dengan pos pengamatan Gunung Api Sinabung dan Pemda Karo.

    Sekretaris Desa Sukanalu Teran Kecamatan Naman Teran, Tima Ginting yang dihubungi melalui telepon, Selasa (13/8/2013) menyampaikan, saat ini di sekitar desanya masih terasa sangat kuat tercium bau belerang.

    "Puluhan hektar rerumputan sekitar kaki Gunung Sinabung mulai kelihatan mengering, akibat asap putih kebiru-biruan yang keluar dari atas permukaan kawah. Hingga saat ini, pihak pemerintah belum menyampaikan kandungan asap yang menyebar di kaki gunung api hingga kami warga jadi was-was,"ujar Ginting.

    Menurut Mbiri Sembiring Pelawi (43), warga Desa Simacem Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo yang tidak berapa jauh dari kaki Gunung Sinabung mengaku, aktivitas warga masih berjalan sebagaimana biasanya. 

    "Suara gemuruh seperti gempa-gempa kecil itu sudah biasa terdengar bagi kami. Hal itu tidak membuat kami menjadi ketakutan serta mengabaikan kegiatan rutinitas," sebut Sembiring. (analisa)

    Akses berita terbaru versi mobile di: m.eksposnews.com
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!