• Home
  • Nasional
  • Pemuda Perlu Menghargai Keberagaman untuk Mencegah Konflik Agama

Pemuda Perlu Menghargai Keberagaman untuk Mencegah Konflik Agama

Senin, 5 Agustus 2013 | 16:21:58
JAKARTA (EKSPOSnews): Menyikapi terjadi peristiwa pengeboman di Vihara Ekayana, menjelang lebaran Global Peace Festival Indonesian Foundation selaku penyelenggara International Multifaith Youth Assembly (IMYA) 2013 yang mengangkat tema "Spreading Seeds of Peace and Love through New Interfaith Paradigm for the 21st Century" merasa anak muda Indonesia perlu semakin menghargai keberagaman keyakinan di Indonesia.

Program Assitant IMYA 2013 I Gede Pandu Wirawan menuturkan, "Saya menyayangkan terjadinya pemboman di Vihara Ekayana semalam. Apapun alasannya, peledakan bom di Vihara sangat tidak terpuji dan membuktikan bahwa Indonesia masih rentan dengan isu terorisme. Apalagi yang dibom adalah tempat Ibadah yang sangat sensitif untuk memprovokasi terjadinya konflik di masyarakat. Indonesia adalah keberagaman, jika tidak beragam maka bukan Indonesia! Karena itu semua pemuda harus sadar bahwa hidup di Indonesia adalah hidup dalam keberagaman, dan merupakan kewajiban kita semua untuk menjunjung tinggi toleransi dan pemahaman akan berbagai macam keyakinan."

"Saya berharap kita tidak terpancing karena peristiwa bom semalam, kejadian pengeboman seperti itu tidak dibenarkan diagama manapun, sehingga siapapun pelakunya merupakan seseorang atau sekelompok orang yang ingin Indonesia pecah dan tidak terkait dengan agama manapun. Semoga, media juga tidak memperburuk keadaan ini dengan memblow-up informasi negatif terkait pemboman ini secara berlebihan. Anak muda juga seharusnya cerdas dengan tidak terprovokasi dengan isu rohingya yang coba dimasukkan dalam pemboman Vihara Ekayana semalam", tutur Pandu.

IMYA 2013 akan dihadiri oleh 50 peserta dari seluruh Indonesia dan 50 peserta internasional, serta para pembicara yang sangan kompeten dibidangnya, khususnya mengenai isu-isu keberagaman dan hak asasi manusia. Informasi lebih lanjut tentang IMYA 2013 bisa didapat dengan membuka laman  http://bit.ly/infoimya2013. Untuk menjadi peserta IMYA 2013, pendaftaran bisa dilakukan hingga 10 Agustus 2013.

Global Peace Festival Indonesia Foundation (GPFIF) adalah sebuah organisasi non-profit dengan visi "One Family under God". GPFIF memiliki 3 pilar untuk mewujudkan visi "One Family under God", yaitu kerjasama antara iman, penguatan hubungan keluaraga dan budaya untuk saling membantu. GPFIF meyakini bahwa dengan menjalankan ketiga pilar ini maka seluruh umat manusia akan merasa menjadi satu keluarga yang berketuhanan tanpa mempermasalahkan perbedaan identitas seperti warna kulit, suku, ras dan negara.(rel)

BERITA LAINNYA
BNPB Rancang Sistem Induk Komunikasi Bencana
Sabtu, 1 November 2014 | 13:23:21
Banjir Genangi Sejumlah Pemukiman di Banda Aceh
Sabtu, 1 November 2014 | 13:21:47
Petani Sawit di Jambi Tewas Diserang Gajah
Sabtu, 1 November 2014 | 11:00:03
Banjir Rendam Ratusan Rumah Warga di Solok
Sabtu, 1 November 2014 | 03:50:06
Harian Jurnal Nasional, Corong SBY Tutup
Jumat, 31 Oktober 2014 | 07:56:12
Korem 081/DSJ Antisipasi Paham Radikal
Jumat, 31 Oktober 2014 | 07:01:40
Bupati Karo Kewalahan saat Kedatangan Jokowi
Kamis, 30 Oktober 2014 | 18:18:37
Demo Kejati Sumut, Massa Bawa Paranormal
Kamis, 30 Oktober 2014 | 16:25:18
38 Gajah Sumatera Tewas di Hutan Tanaman Industri
Kamis, 30 Oktober 2014 | 16:17:34
Gaya Jokowi Blusukan di Pengungsian Sinabung
Kamis, 30 Oktober 2014 | 06:53:45
BERIKAN KOMENTAR
Top