BNN Jakarta Luncurkan Situs Antinarkotika

Kamis, 27 Juni 2013 | 14:55:37
JAKARTA (EKSPOSNews): Badan Narkotika Nasional DKI Jakarta meluncurkan situs mengenai informasi dan perkembangan kegiatan antinarkotika di Ibu Kota untuk mempermudah akses informasi penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang lain.

Peluncuran situs itu juga dimaksudkan untuk melibatkan warga secara aktif dalam melawan penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang lain, kata Kepala BNN Brigjen Pol Ali Johardi di Jakarta, Kamis.

"Kita semua harus menyadari, saat ini Indonesia, terutama Jakarta berada dalam kondisi darurat narkoba. Melalui situs ini diharapkan BNN dan warga Jakarta bisa saling bekerja sama menciptakan wilayah Ibu Kota yang bersih dari narkoba," katanya.

Ali Johardi menegaskan, pihaknya mengupayakan tempat hiburan di Jakarta menjadi tempat yang tidak nyaman dan tidak aman bagi pengguna narkoba. Melalui situs ini antara BNN dan warga bisa mengedukasi publik bersama-sama akan bahaya narkoba dan bagaimana mengatasinya.

"Kami akan terus membuktikan bahwa kegiatan pencegahan dilakukan terus menerus dan berkelanjutan," katanya.

Lebih jauh ia menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah staf khusus menangani penggunaan teknologi internet sebagai upaya melawan jaringan kegiatan narkoba global yang menjadikan Jakarta sebagai bagian dari pasar internasional.

Peluncuran situs internet www.bnn-dki.com dilaksanakan pada Selasa (25/6/2013) dengan menggelar "pentas seni peduli" di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Hadir pada kesempatan itu para tokoh masyarakat seperti Kepala BNN pusat Komisaris Jenderal (pol) Anang Iskandar, Wakil Ketua Pusat Pelaporan Transaksi Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) Agus Santoso, mantan Dubes RI untuk Meksiko Ahwil Loetan.

Turut meramaikan pentas seni itu aksi pembacaan puisi dan juga kehadiran sejumlah seleberiti antara lain Sys Ns dan Soraya Haque. Peluncuran situs BNN DKI Jakarta berkaitan dengan Hari Anti Narkotika Internasional yang jatuh pada 26 Juni.

Kehadiran satu unit mobil BNN mendapat perhatian masyarakat sekitar yang hadir. Mereka banyak berkonsultasi terutama mengenai pusat rehablitasi gratis, layanan kesehatan dan cek urine.

Diperkirakan 2,2 persen atau empat juta dari populasi Indonesia menjadi penyalahguna narkoba. Angka pengguna narkoba di Jakarta tertinggi dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia dengan jumlah pengguna narkoba mencapai 500 ribu orang.

Menurut RIDMA Foundation, pengguna narkoba di Indonesia diperkirakan meningkat mencapai 2,3 persen. Pengguna narkoba berada di kisaran usia 10 tahun hingga 20 tahun akan meningkat hingga 2,5 persen. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba sekitar Rp41 triliun.

"Indonesia, khususnya Jakarta betul-betul berada dalam kondisi darurat narkoba. Apalagi narkoba merupakan kejahatan tanpa batas, kata Ketua RIDMA Foundation Budi Rahardjo. (antara)

BERITA LAINNYA
Timah Diminta Perhatikan Keluhan Para Nelayan
Sabtu, 25 April 2015 | 06:30:47
BC Karimun Larang Wartawan Meliput Kunjungan Menkeu
Sabtu, 25 April 2015 | 06:23:30
Pesawat Lion Air Terbakar di Kuala Namu
Jumat, 24 April 2015 | 20:36:14
Mabes Polri Turun Tangani Kebakaran Bank Aceh
Jumat, 24 April 2015 | 06:12:07
Pemrov Sumbar Tak Akui Pengangguran Meningkat
Kamis, 23 April 2015 | 10:02:34
2 Kampung di Aceh Tengah Terisolir
Selasa, 21 April 2015 | 06:44:35
Longsor di Aceh Tengah, 9 Rumah Ambruk
Selasa, 21 April 2015 | 06:42:20
Tapanuli Utara Diguncang Gempa
Senin, 20 April 2015 | 06:53:45
Pantai Nongsa Tercemar Limbah
Minggu, 19 April 2015 | 19:02:40
Warga Blokade Jalan Menuju Kafe di Aceh Barat
Minggu, 19 April 2015 | 06:39:40
6 Anak Rimba Dirawat di Rumah Sakit Jambi
Sabtu, 18 April 2015 | 19:17:54
BERIKAN KOMENTAR
Top