Longsor Hantam Aceh Tamiang

Kamis, 30 Mei 2013 | 12:38:24
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Hasil investigasi Forum Masyarakat dan LSM Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, menemukan puluhan hingga ratusan titik longsor di hulu Sungai Tamiang, sehingga bisa mengancam kerusakan hutan dan kehidupan masyarakat di daerah itu, termasuk Kabupaten Gayo Lues di sepanjang sungai tersebut.

Salah seorang anggota forum Haprijal Rozi di Banda Aceh menyatakan, pihaknya juga menemukan sumbatan di muara anak sungai yang membentuk danau seluas 2 hektare dengan kedalaman diperkirakan 1-2 meter.

Disebutkan, kondisi itu akan membahayakan dimasa depan, apalagi dengan volume dan luas danau yang terus meningkat dengan tingginya curah hujan.

"Kami juga menemukan bukti bahwa debit Sungai Sikundur, salah satu hulu Sungai Tamiang telah berubah dari sebelumnya kedalaman air berkisar 1-3 meter berubah menjadi hanya 20-50 Cm, tetapi bila hujan deras dalam waktu 1-2 jam debit air akan meningkat pesat, sehingga tidak bisa dilewati," ujarnya, Kamis 30 Mei 2013.

Disamping itu, lanjut Haprijal, kegiatan logging kembali marak di hulu sungai tersebut.

Ini salah satu alasan Forom Masyarakat dan LSM menolak upaya perubahan fungsi kawasan hutan di Kabupaten Aceh Tamiang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Aceh walaupun Pemerintah Aceh dan Kementerian Kehutanan telah membantah akan membuka 1,2 juta hektare hutan Aceh.

Ia menyatakan, hasil kajian Tim Terpadu, masih ada usulan 2.042 hektare hutan lindung di Kabupaten Aceh Tamiang yang akan diubah menjadi area penggunaan lain .

"Kami menolak satu hektare hutan pun diubah fungsinya menjadi non hutan, apalagi diperuntukkan bagi para pengusaha atau pemodal besar," kata Haprijal.

"Kami menemukan bukti dari 2.048 hektare ini terdapat lahan milik sedikitnya 20 orang pengusaha dengan kepemilikan lahan berkisar 20 hingga 100 hektare yang telah ditanami kelapa sawit. Hanya kurang dari 300 hektare lahan kawasan hutan ini yang digunakan oleh masyarakat setempat, inikah tata ruang untuk rakyat?," tutur Haprijal.

Ia menyatakan, Kabupaten Aceh Tamiang juga akan menerima dampak kerusakan hutan di Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Gayo Lues, karena hulu Sungai Tamiang berada di kedua daerah tersebut.(ant)

BERITA LAINNYA
1.200 anak bakal hadiri Festival Anak Papua
Kamis, 21 Agustus 2014 | 03:06:51
Kemendagri Nyatakan Setiap Desa Dapat Rp550 Juta
Rabu, 20 Agustus 2014 | 14:36:20
1.053 JCH Pekanbaru Sudah Jalani Tes Kesehatan
Selasa, 19 Agustus 2014 | 16:49:01
Mobil Dinas Gubernur Jateng Terlibat Tabrakan Beruntun
Selasa, 19 Agustus 2014 | 15:28:02
Simalungun Gelap Gulita Akibat Proyek Penggalian Parit
Senin, 18 Agustus 2014 | 14:11:34
HUT RI, 1.000 Anggota TNI di Aceh Menari Likok Pulo
Senin, 18 Agustus 2014 | 04:05:29
Rok Anggota Paskibra Nyaris Lepas Saat Bentuk Formasi
Senin, 18 Agustus 2014 | 02:19:14
Aceh Barat Raih Dua Penghargaan Tingkat Nasional
Minggu, 17 Agustus 2014 | 17:58:21
BERIKAN KOMENTAR
Top