• Home
  • Nasional
  • Pemkab Aceh Tengah Kecam Pencemaran Danau Laut Tawar

Pemkab Aceh Tengah Kecam Pencemaran Danau Laut Tawar

Kamis, 16 Mei 2013 | 06:16:20
BANDA ACEH (EKSPOSnews):Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, mengecam keras tindakan orang-orang tak bertanggungjawab yang melakukan pencemaran di Danau Laut Tawar, karena bisa merusak habitat yang ada di objek wisata itu.

"Kami merasa prihatin terhadap ulah pihak yang tidak bertanggungjawab, sehingga perlu disusun langkah-langkah strategis untuk mengatasinya, karena banyak yang bergantung pada eksistensi danau itu," kata Wakil Bupati Aceh Tengah H Khairul Asmara di Takengon, Rabu 15 Mei 2013.

Wabup menyatakan hal itu menyikapi indikasi pencemaran Danau Laut Tawar yang akhir-akhir ini mengemuka, bahkan beberapa media massa menyoroti modus penangkapan ikan menggunakan bahan terlarang yang menjadi penyebab pencemaran danau.

Khairul Asmara menyikapi positif pemberitaan media massa sebagai masukan informatif bagi Pemkab setempat, dan merupakan bentuk kontrol sosial yang konstruktif terkait indikasi pencemaran danau.

Kepedulian terhadap danau, menurut Khairul, seiring dengan promosi wisata dalam wujud festival Danau Laut Tawar, namun ulah pihak yang tidak bertanggungjawab malah bertolak belakang dengan semangat upaya daerah itu.

"Kita tidak larang menangkap ikan atau memancing di danau, karena hobi orang harus dihargai, namun Danau Laut Tawar milik bersama, diperlukan langkah terintegrasi untuk melestarikannya," sahut Khairul yang didampingi Kabag Humas Mustafa Kamal.

Mencuatnya kasus pencemaran danau disinyalir adanya pemakaian insektisida merek Decis yang biasanya dipakai untuk membunuh hama pada tanaman tomat dan cabai.

Cara kerjanya, larutan Decis dilemparkan de dalam danau hingga membuat udang air tawar mabuk, dan saat udang mabuk ikan mujahir dan nila yang memangsa udang berkumpul, sehingga memudahkan untuk ditangkap.

Beberapa solusi yang ditempuh menyikapi indikasi pencemaran danau dengan melakukan operasi terpadu, melibatkan Satpol PP, LSM lingkungan, dan masyarakat sekitar danau.

Berikutnya, secara berkelanjutan melakukan penyuluhan dan sosialisasi Qanun nomor 5 tahun 1999 tentang Pengelolaan Danau Laut Tawar dan Sumber Daya Hayati Perikanan.

Pada pasal pasal 3 Qanun No.5 itu berbunyi, setiap orang atau badan berkewajiban memelihara, mencegah serta menanggulangi kerusakan, pencemaran dan tindakan-tindakan yang dapat merubah fisik Danau Laut Tawar.

Serta pasal 7 ayat 2 yang berbunyi, dilarang keras untuk tujuan pengambilan semua jenis flora dan fauna di sungai dan perairan umum lainnya di wilayah hukum Kabupaten Aceh Tengah dengan menggunakan bahan peledak, bahan beracun serta aliran listrik (strom) Selanjutnya pasal 13 mengatur pelanggaran terhadap qanun diancam dengan hukuman pidana kurungan selama-lamanya 6 bulan dan denda sebanyak-banyaknya 5 juta rupiah.

"Langkah kedepan yang ditempuh adalah penguatan kearifan lokal, dengan demikian danau dapat berfungsi dari warga dan untuk warga," kata Khairul Asmara.(ant)

BERITA LAINNYA
Abu Vulkanik Erupsi Gunung Sinabung Selimuti Kabanjahe
Senin, 20 Oktober 2014 | 04:00:09
Banjir Landa Aceh Selatan, Seorang Bocah tewas
Senin, 20 Oktober 2014 | 03:46:58
Tahanan Ngamuk di Medan, Ancam Bakar Sel
Minggu, 19 Oktober 2014 | 04:03:55
Kapolri: Pengamanan Pelantikan Presiden Telah Siap
Sabtu, 18 Oktober 2014 | 04:33:00
Masyarakat Aceh Perlu Antisipasi Lesbian dan Gay
Jumat, 17 Oktober 2014 | 17:28:59
Penyelamatkan Harimau Sumatra Terus Digalakkan
Jumat, 17 Oktober 2014 | 06:33:05
BERIKAN KOMENTAR
Top