Solidaritas Kopassus Memang Sangat Tinggi

Kamis, 28 Maret 2013 | 07:41:35
JAKARTA (EKSPOSnews): Mantan Asisten Personil, Asisten Operasi, dan Wakil Komandan Jenderal Kopassus periode 1988-1992 Sutiyoso menyatakan solidaritas pasukan Kopassus memang tinggi jika dikaitkan dengan kesetiakawanan antarpersonelnya.

"Aparatur kita Kopassus itu memang punya solidaritas tinggi, punya rasa kebersamaan. Seluruh Kopassus di seluruh dunia seperti itu karakternya," kata Sutiyoso dijumpai pada acara peluncuran buku "34 Wartawan Istana Bicara Tentang Pak Harto" di Wisma Antara, Jakarta, Rabu 27 Maret 2013.

Pernyataan Sutiyoso itu menanggapi adanya dugaan bahwa anggota militer Kopassus terlibat dalam peristiwa penyerangan yang dilakukan sekelompok orang terhadap empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman yang terjadi Sabtu (23/3) dini hari.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan meskipun solidaritas Kopassus tinggi namun dia meminta seluruh pihak menunggu hasil investigasi kepolisian.

"Kita tidak bisa langsung menuding itu dilakukan Kopassus. Kita tunggu polisi. Dan siapa pun yang salah harus dihukum," ujar dia.

Sebelumnya terjadi peristiwa penyerangan yang dilakukan sekelompok orang terhadap empat tahanan di lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu (23/3) dini hari.

Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Brigjen Polisi Sabar Raharjo mengatakan penyerangan dilakukan sekelompok orang bersenjata api dan menembak mati empat tersangka pengeroyokan anggota TNI yang dititipkan di lapas tersebut.

"Penyerangan pada sekitar pukul 02.00 WIB itu dilakukan oleh sekitar 17 orang. Mereka masuk ke lapas dengan cara melompat pagar," kata Sabar Raharjo.

Menurut dia, setelah berhasil masuk area lapas, para pelaku memaksa petugas jaga menunjukkan sel keempat tahanan kasus pengeroyokan di Hugo`s Cafe, Sleman, yang mengakibatkan anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan meninggal dunia.

Dia mengatakan kelompok penyerang juga membawa semua CCTV yang ada di lokasi.

Sumber di Lapas Cebongan yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan kelompok penyerang sempat menembaki pintu lapas, dan meledakkannya. Kemudian mereka masuk ke lapas, dan mencari empat pelaku penganiayaan terhadap anggota TNI AD itu.

LSM Setara Institute menduga peristiwa itu dilakukan oleh oknum Kopassus.

"Sangat sulit menyangkal bahwa ini terlatih. Kalau ini pantas diduga dilakukan oleh oknum Kopassus dan ini belum lagi fakta terlatih, penggunaan senjata dan saya dengar ada penyelidikan, mereka menggunakan bahasa komando dan sebagainya," kata Ketua Setara Institute, Hendardi di Hotel Aryaduta Jakarta, Rabu.

Namun sejauh ini Kopassus Grup II Kandang Menjangan telah menegaskan tidak terlibat dalam peristiwa tersebut. Hingga saat ini pihak kepolisian masih bekerja melakukan investigasi terkait peristiwa tersebut.(antara)

BERITA LAINNYA
Timah Diminta Perhatikan Keluhan Para Nelayan
Sabtu, 25 April 2015 | 06:30:47
BC Karimun Larang Wartawan Meliput Kunjungan Menkeu
Sabtu, 25 April 2015 | 06:23:30
Pesawat Lion Air Terbakar di Kuala Namu
Jumat, 24 April 2015 | 20:36:14
Mabes Polri Turun Tangani Kebakaran Bank Aceh
Jumat, 24 April 2015 | 06:12:07
Pemrov Sumbar Tak Akui Pengangguran Meningkat
Kamis, 23 April 2015 | 10:02:34
2 Kampung di Aceh Tengah Terisolir
Selasa, 21 April 2015 | 06:44:35
Longsor di Aceh Tengah, 9 Rumah Ambruk
Selasa, 21 April 2015 | 06:42:20
Tapanuli Utara Diguncang Gempa
Senin, 20 April 2015 | 06:53:45
Pantai Nongsa Tercemar Limbah
Minggu, 19 April 2015 | 19:02:40
Warga Blokade Jalan Menuju Kafe di Aceh Barat
Minggu, 19 April 2015 | 06:39:40
6 Anak Rimba Dirawat di Rumah Sakit Jambi
Sabtu, 18 April 2015 | 19:17:54
BERIKAN KOMENTAR
Top