
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Buruh Sanmina Batam Tuntut Penyesuaian Upah
BATAM (EKSPOSnews): Ratusan orang buruh PT Sanmina-SCI Kawasan Industri Batamindo Kota Batam berunjuk rasa menuntut penyesuaian upah sesuai kenaikan upah minimum kota dan tunjangan perumahan setelah pembicaraan dengan manajemen perusahaan tidak mencapai kesepkatan.
Perwakilan pengunjuk rasa Sugiarto mengatakan buruh yang sudah bekerja lebih dari satu tahun meminta perusahaan memberikan penyesuaian upah (upah sundulan) sesuai dengan kenaikan yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp222 ribu ditambah uang perumahan Rp300 ribu untuk operator, Rp500 ribu untuk teknisi dan Rp700 ribu untuk staf. "Kami hanya menuntut hak kami. Walau pun upah minimum kota (UMK) naik, namun perusahaan tidak mau membayarkan upah sundulan tersebut. Kami juga menuntut uang perumahan yang selama ini tidak diberikan perusahaan," katanya di Batamindo, Rabu 22 Februari 2012. Ia mengatakan, dalam perundingan Selasa (21/2) malam, perusahaan sama sekali tidak mau mengakomodasi permintaan karyawan. "Manajemen menolak tuntutan kami dengan alasan terlalu berlebihan. Namun itu hak kami yang harus dibayar perusahaan," kata Sugiarto. Ia mengatakan, buruh akan terus melakukan unjuk rasa hingga perusahaan mengakomodasi tuntutan mereka. Ketua Pengurus Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK-FSPMI) Sanmina-SCI Darmo Juwono mengatakan sudah tiga kali perwakilan karyawan melakukan perundingan dengan manajemen perusahaan. "Perusahaan tetap menawarkan upah sundulan sebesar Rp222 ribu sudah termasuk tunjungan perumahan," kata Juwono. Masalah upah sundulan dan tunjangan perumahan ini sudah menjadi kesepakatan semua buruh yang akan dituntut ke pihak menajemen. "Semua buruh menolak upah sundulan satu paket dengan tunjangan perumahan. Kalau sampai saat ini pihak menajemen masih ngotot, unjuk rasa besok akan lebih besar lagi dengan menggalang solidaritas dari buruh lainnya," katanya.(antara)
BERITA TERKAIT:
|