Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Salman Ginting: Investor Malaysia Sering Tipu Pemprov Sumut
    MEDAN(EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) sering tertipu dengan janji manis investor asal Malaysia untuk menanamkan investasinya di daerah. Namun tidak pernah terealisasi hingga kini.

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Sumut Salman Ginting mengatakan, sedikitnya sudah ada 100 investor dari Malaysia yang mengumbar janji berinvestasi di Sumut. Padahal, pemprov sudah menyiapkan banyak dukungan kemudahan agar investasi bisa terealisasi.

    ”Tahun lalu sampai 100 orang ketemu kami. Kami terangkan soal Sei Simangei hingga dibawa meninjau lokasi, menerangkan potensi,prospek dan lainnya. Nyatanya, sampai sekarang nggak ada tindak lanjut,” katanya pada audiensi investor Malaysia dari Plant Safe Fertilizer Sdn bersama PT Bumi Flora dari Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa 21 Februari 2012.

    Bahkan, diungkapkan dia, kedatangan investor asal Malaysia hanya sekadar serimonial belaka sehingga membuat Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho kecewa. Bahkan, sempat enggan menemui calon investor Malaysia lagi. “Jika hanya seremoni-seremoni saja, enggak usahlah dibawa ke saya,” kata Salman, menirukan pernyataan Plt Gubernur Sumut.

    Begitupun, maksud ungkapannya itu bukan berarti tidak menaruh kepercayaan terhadap investor Malaysia dari Plant Safe Fertilizer Sdn. Ungkapan tersebut bagian dari keterbukaan dan kekecewaan Pemprov Sumut selama ini terhadap investor asal Malaysia. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Nurdin Lubis ikut menimpali bahwa pernyataan tersebut tidak bermaksud menyinggung Plant Safe Fertilizer Sdn yang sudah menyatakan kesediaannya berinvestasi di Sumut.“I’m sorry, bukan bermaksud menunjuk orang Bapak seperti demikian,” katanya.

    Sayangnya, baik Salman maupun Nurdin enggan mengungkapkan secara terperinci investor asal Malaysia mana saja yang mengingkari janjinya. Nurdin menyebutkan, secara prinsip Pemprov Sumut sangat senang jika ada investor yang serius berkeinginan menanamkan investasinya di Sumut. Pemprov siap memberikan dukungan serta kebutuhan yang diperlukan untuk terwujudnya rencana investasi.

    Bahkan,Nurdin meminta agar pembicaraan terkait rencana investasi itu segera dilakukan investor dengan Badan Informasi dan Promosi (Bainprom) Sumut. Pemilik Plant Safe Fertilizer Sdn Mr Ng Hoch Lin bersama unsur manajemen Mr Ricard Ooi, Mr Jack Ng melalui mitra bisnisnya di Sumut Rajali Rohimun dari PT Bumi Flora dan dan Rudy Sutedjo,meyakinkan Pemprov Sumut mengenai keseriusannya berinvestasi di daerah ini.

    Serangkaian pembicaraan serius sudah dilakukan sebelum bertemu sekdaprov. Rajali menyebutkan, Plant Safe Fertilizer Sdn bekerja sama dengan pihaknya akan membangun pabrik packaging fertilizer (kemasan pupuk) yang direncanakan di kawasan Industri Medan (KIM) I. Nantinya, para pengguna seperti perkebunan, petani dan lainnya, tidak lagi langsung menyentuh pupuk dalam pemupukan. Karena packaging langsung ditempatkan di tanaman.

    Dia menjamin pemanfaatan packaging pupuk yang sudah terkenal di Malaysia, seperti Sarawak, Kabah dan di Kalimantan lebih efektif karena akan mendistribusikan pupuk tepat pada tanaman dan tidak hanyut jika pun hujan deras turun. Sementara soal pupuk yang digunakan tergantung keinginan pengguna atau kesesuaiannya dengan tanaman. Begitu pun,pihaknya akan menyarankan pemilihan pupuk yang tepat.

    Semula PT Bumi Flora hanya ditawari Plant Safe Fertilizer Sdn sebagai agen pemasaran. Namun, setelah terjadi pembicaraan serius dan akhirnya disepakati bahwa pabrik packaging didirikan.

    Material dan komponen-komponen pabrik nantinya, disiapkan Plant Safe Fertilizer Sdn. Mereka selaku mitra bisnis akan menyiapkan tempat dan membantu pengurusannya ke instansi terkait di Sumut.(sindo)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!