
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Mengalokasikan Dana untuk Mengamankan Pantai Pasir Putih di Sumbar
PAINAN (EKSPOSnews): Kementerian Pekerjaan Umum menyediakan anggaran Rp74 miliar untuk membangun pengaman pantai Pasir Putih Kenagarian Kambang Utara Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
"Saat ini tengah proses tender di pusat. Insya Allah bulan Maret 2012 sudah selesai dan pengerjaan pembangunan pengaman pantai ini sudah mulai dilaksanakan," kata Direktur Sungai dan Pantai, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, Pitoyo Subandrio ketika meninjau Pasir Putih Kambang Lengayang, Rabu 8 Februari 2012. Penanganan pantai Pasir Putih Kambang itu menjadi skala prioritas untuk dilakukan perbaikan dan pembangunan pengamanan pantai. Lokasi tersebut selalu menjadi sasaran bencana, baik dari laut maupun dari darat, yakni gelombang pasang dan banjir, bahkan daerah itu tidak luput dari ancaman tsunami. Untuk sementara, pemerintah mulai melakukan pengamanan pantai dengan memasang karung pasir di sepanjang pantai. Panjang garis pantai yang diberi pengaman itu 1 kilometer, yang dibiayai dari dana tanggap darurat pascabanjir 3 November 2011 sebanyak Rp10 miliar. "Kita akan utamakan pembangunan pengaman pantai bagi lokasi terparah seperti Pasir Putih Kambang ini," ujar Pitayo Subandriyo. Dana Rp74 miliar itu juga akan digunakan untuk melakukan pengerukan pasir berlumpur di muara yang menumpuk dibawa air saat banjir bandang 3 November 2011. Saat ini sungai tersebut tidak lagi memiliki muara ke laut karena tertutup pasir pantai, sehingga menjadi sungai mati. Jika kondisi itu dibiarkan, dikhawatirkan air sungai tersebut kembali membawa bencana. Jika hujan datang karena sungai itu tidak memiliki muara untuk arus sungai ke laut. "Jika di lokasi tersebut dibangun berbagai infrastruktur, diyakini akan menjadi sasaran dari banjir yang akan datang, begitu juga dengan bangunan lainnya yang ada di lokasi saat ini," katanya. Air bah pada banjir bandang yang terjadi 3 November 2011 telah menyeret tiga warga setempat. Satu orang di antaranya tidak ditemukan jasadnya hingga kini, dua lagi ditemukan meninggal dunia beberapa hari setelah banjir surut. Tidak itu saja, kerugian material akibat bencana tersebut mencapai Rp280 miliar lebih akibat hancurnya perumahan penduduk dan infrastruktur. Beberapa hari setelah dihantam banjir bandang 3 November 2011, Pasir Putih Kambang Lengayang kembali dilanda bencana, yakni gelombang pasang dan abrasi pantai. Puluhan rumah masyarakat sekitar pantai kembali hancur, rusak berat dan terancam ambruk. "Pembangunan pengaman pantai ini suatu upaya dari pemerintah untuk penyelamatan warga setempat dari berbagai ancaman bencana yang datang dari laut dan darat," sebut Pitayo Subandriyo.(antara)
BERITA TERKAIT:
|