
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Waduh....25 Persen Dosen Swasta di Sumut Tak Lulus Sertifikasi
MEDAN(EKSPOSnews): Sebanyak 157 atau 25% dosen perguruan tinggi swasta(PTS)
diwilayah Sumatera Utara (Sumut)-Aceh yang mengikuti uji sertifikasi
tidak lulus. Hal yang sama juga terjadi di Universitas Negeri Medan(
Unimed).
Berdasarkan data Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah I Sumatera Utara (Sumut)-Aceh,jumlah dosen PTS yang ikut sertifikasi pada tahun 2011 sebanyak 503 orang dan yang lulus sebanyak 346 orang. “Sekitar 25% yang tidak lulus dari jumlah totalnya,” ucap Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut-Aceh M Nawawiy Lubis,Sabtu 5 Februari 2012. Dia mengakui tidak mengetahui secara persis penyebab ketidaklulusan dosen tersebut. Sebab,pihaknya bukan penilai dalam program sertifikasi.“Kita tidak tahu karena bukan kami asesornya (penilai). Selain itu, ujiannya juga kan melalui online sehingga hanya perguruan tinggi penilai saja yang mengetahuinya,” jelasnya. Bagi para dosen yang tidak lulus,kata Nawawiy,masih memiliki kesempatan untuk mengikuti program sertifikasi dua tahun mendatang. Para dosen diminta bersabar dan terus mengasah kemampuannya agar bisa lulus di ujian nanti.“Karena masih ada yang lain menunggu untuk disertifikasi. Kalau hanya itu (dosen) saja, tidak kebagian yang lain,”ucapnya. Nawawiy menyatakan, pelaksanaan sertifikasi dosen dilakukan melalui mekanisme online.Kopertis sama sekali tidak mengetahui siapa saja dan di mana dosen tersebut disertifikasi.“ Karena pusat langsung memilih dosen melalui jaringan online yang ada di setiap PTS. Lalu, dosen itu pun tidak mengetahui di PTS mana yang menilai karena semuanya melalui sistem online,”jelasnya. Selama tiga tahun pelaksanaan sertifikasi dosen, saat ini memasuki kuota bagi lektor kepala dan senior. Sebelumnya, pemerintah sudah melakukan sertifikasi para guru besar. Namun jumlahnya untuk PTS tidak banyak,sekitar 40 orang. “Untuk lektor kepala dan lektor senior ini juga harus memenuhi kualifikasi S2.Kalau tidak S2,secara otomatis juga gugur meski jabatannya sudah lektor kepala,”ucapnya. Sementara Pembantu Rektor I Unimed Khairil Anshari menambahkan,dari 262 dosen yang diuji sertifikasi oleh Unimed, hanya 197 yang dinyatakan lulus. Sedangkan dari 91 dosen Unimed yang ikut sertifikasi, hanya 70 orang yang lulus. “Ya sama, sekitar 25% yang tidak lulus,”ujarnya. Anshari menyatakan, Unimed sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) penilai juga tidak mengetahui dosen mana saja yang masuk menjadi peserta uji sertifikasi. Pihaknya hanya diberikan nama dan jawaban uji portofolio.“Tidak tahu kita apa dia dari Sumut atau Aceh atau Jawa karena tidak ada identitas jelasnya. Ini bagus karena ujiannya jadi objektif,”tuturnya. Begitu juga halnya dengan para dosen Unimed yang mengikuti sertifikasi. Pihaknya sama sekali tidak mengetahui perguruan tinggi yang melakukan sertifikasi. “Makanya banyak juga dosen kita yang tidak lulus,”jelasnya. Menurut Anshari yang merupakan salah satu asesor, kelemahan para dosen dalam uji sertifikasi adalah kemampuan mendeskripsikan dirinya.Dalam hal ini,dosen seharusnya bisa menjelaskan hal-hal yang sudah didapat dan diperolehnya selama menjadi seorang dosen. “Di elemen ini benar-benar dituntut kejujuran seorang dosen. Kalau dia mencontohkan milik orang lain,rangkaian cerita kata per katanya akan mudah dideteksi.Makanya di sini dosen dituntut benar-benar jujur menyampaikannya,”jelasnya.(sindo)
BERITA TERKAIT:
|