
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Tapaktuan Digenangi Banjir
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Sejumlah gampong (desa) di Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, dilanda banjir genangan setelah sekitar tiga jam diguyur hujan deras akibat saluran pembuangan air tidak berfungsi dengan baik.
Camat Kecamatan Tapaktuan Erwiyansyah yang dihubungi dari Banda Aceh, Sabtu malam 4 Februari 2012 menjelaskan, hujan deras sore hari itu mengakibatkan pemukiman penduduk tergenang air berkisar 30 sampai 70 centimeter, namun hingga kini belum ada warga yang mengungsi. "Meski belum ada pengungsian, namun masyarakat tentunya was-was dikarenakan hujan masih turun di daerah kami. Tapaktuan sebagai ibu kota Kabupaten Aceh Selatan sering dilanda banjir dikarenakan saluran pembuangan air tidak berfungsi baik," katanya menjelaskan. Lima dari 15 gampong di Kecamatan Tapaktuan yang mengalami banjir genangan itu antara lain Padang, Pasar dan Lhok Keutapang. "Meski tidak mengungsi, namun barang-barang berharga masyarakat sudah diungsikan ke tempat yang lebih tinggi," kata camat menjelaskan. Erwiyansyah mengatakan, masyarakat menyatakan kekecewaanya karena kepedulian pemerintah dalam mengantisipasi banjir yang kurang, padahal bencana itu sudah kerap melanda pemukiman penduduk di kota Tapaktuan. "Setiap musim hujan, daerah kami terus diterjang banjir. Sementara saluran pembuangan air sebagian besar terjadi penyempitan dan pendangkalan, meski Tapaktuan termasuk kawasan padat penduduk," kata dia menjelaskan. Dalam musrenbang 2012, pemerintah kecamatan mengusulkan anggaran senilai Rp5 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi saluran pembuangan air, namun Pemkab Aceh Selatan menyetujui sebesar Rp1,4 miliar. "Artinya, jika sebesar itu nilai anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi saluran air dipastikan tidak cukup. Kalau pun ada yang proyek asal jadi yang pemanfaatannya tidak bisa menyelesaikan masalah," kata dia menjelaskan. Selain itu, Erwiyansyah menyebutkan bahwa wilayah kecamatan Tapaktuan sebagiannya berhadapan langsung dengan garis pantai yang dinilai cukup rawan banjir, terutama jika terjadi pasang purnama laut. "Kalau saja masalah saluran dan pendangkalan kuala (pantai) tidak baik, maka masalah banjir ini akan terus terjadi dan itu semua menjadi keresahan masyarakat di wilayah kami," kata camat kecamatan Tapaktuan.(antara)
BERITA TERKAIT:
|