
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Gilbert Tewas Setelah Tergelincir dari Mal Ciputra Pekanbaru
PEKANBARU (EKSPOSnews): Pihak keluarga dan rumah sakit setempat telah memastikan, tewasnya Gilbert, siswa Sekolah Dasar 'Witama School' Pekanbaru, akibat luka parah yang menimpanya setelah tergelincir dari eskalator lantai tiga 'Mal Ciputra' Seraya Pekanbaru, Kamis (2/2) kemarin.
Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Senapelan, Pekanbaru, Jumat, 3 Februari 2012. Kanit Reskrim Polsek Senapelan, Iptu Milson Jhoni atas nama Kapolsek Senapelan, Kompol Arif Hidayat Ritonga, menuturkan kronologis peristiwa tragis itu. Berdasarkan berbagai informasi, dijelaskannya, kejadiannya berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB. Sebelumnya, Gilbert bersama teman-teman sebayanya, sekitar jam 16.00 WIB (Kamis, 2/2), datang ke 'Mal Ciputra' Seyara di Jalan Riau, Pekanbaru. Mereka bermaksud melihat penampilan murid-murid Yayasan Witama Penerus Bangsa, yang mengisi acara untuk memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek di mal tersebut. Saat salah satu murid Witama sedang mengisi acara, Gielbert menuruni eskalator di lantai tiga mal tersebut. Kemudian dengan maksud tidak jelas, bocah malang ini mencoba berloncat-loncat untuk menggapai lampion yang menghiasi langit-langit mal, hingga akhirnya tergelincir, lalu jatuh hingga ke lantai dasar. Dari pantauan ANTARA, jarak ketinggian dari lantai tiga ke lantai dasar 'Mal Ciputra' Seraya ditaksir mencapai 30 hingga 40 meter. "Ketika itu, ada suara keras, di lantai dasar. Eh, ternyata orang jatuh dari lantai tiga," kata Bulan Aryanti, (23), karyawati salah satu toko yang berada di lantai dasar mal itu. Sesaat setelah itu, menurut Bulan, datang seorang wanita cukup berumur mendekati korban sambil menangis-nangis, bahkan menjerit di lokasi kejadian. "Banyak yang bilang, perempuan itu ibu dari anak yang jatuh itu," katanya. Iptu Milson Jhoni mengaku, pihaknya baru mendapat informasi peristiwa tersebut sekitar pukul 17.30 WIB atau selang setengah jam setelah kejadian. "Kami juga telah memeriksa sejumlah saksi terkait kejadian ini. Beberapa di antaranya petugas keamanan 'Mal Ciputra' Seraya dan yang lainnya dari pihak sekolah dan keluarga korban," ujarnya. Penyelidikan juga terus dilakukan dengan dimulai dari olah perkara di tempat kejadian. "Tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB kami juga telah kembali mendatangi TKP untuk lanjutan olah tempat kejadian perkara (TKP)," ujarnya. Saat mengunjungi lokasi kejadian tepat pukul 10.00 WIB, pengunjung tampak sepi. Pemilik dan karyawan beberapa toko di kompleks mal tersebut tampak serius mengerumuni lokasi kejadian di lantai dasar mal yang telah dikelilingi garis polisi. Kecelakaan di eskalator 'Mal Ciputra' Seraya Pekanbaru yang menimpah Gielbert bukanlah pertama kali terjadi. Sebelumnya, di akhir tahun 2011, peristiwa sama juga menimpa seorang bocah berumur lima tahun. Akibatnya, jari tangannya terjepit di eskalator lantai II Mal Ciputra Seraya. Terkait dua peristiwa mengenaskan itu, pihak manajemen 'Mal Ciputra' Seraya berjanji akan bertanggung jawab atas korban-korban eskalator.(antara)
BERITA TERKAIT:
|