Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Dua Jembatan Ambruk di Sipoholon Tarutung Kena Banjir
    TARUTUNG(EKSPOSnews): Dua jembatan yang menghubungkan Kecamatan Sipoholon dengan beberapa desa di sekitarnya ambruk akibat kuatnya arus sungai setelah hujan deras dalam sepekan terakhir.

    Kedua jembatan yang ambruk tersebut yakni Jembatan Sungai Aek Sirongit.Jembatan ini dengan panjang 17 meter dan lebar 2,5 meter. Lalu,Jembatan Sungai Aek Silalaen. Ukuran fisik jembatan ini berukuran panjang 22 meter dan lebar 2,5 meter tersebut patah pada Rabu 1 Februari 2012 malam. Arus air dikedua sungai itu mengalami kenaikan debit air hingga dua meter dari sebelumnya hanya sekitar satu meter.

    Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,namun sedikitnya 400 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.500 jiwa yang berdomisili di Desa Simanungkalit, Dusun Sandaran, Dusun Rianiate dan Dusun Pangaloan Desa Lobusikkam, kesemuanya di Kecamatan Sipoholon menjadi terisolir. Hingga, kemarin belum ada terlihat aparatur pemerintah setempat untuk meninjau lokasi. Aktivitas warga pun menjadi lumpuh.

    Ketua Komisi A DPRD Taput, Charles Simanungkalit yang meninjau lokasi tersebut mengatakan,naiknya debit air sungai akibat aktifitas penebangan hutan di hulu sungai. Sehingga setiap curah hujan tinggi warga yang tinggal di hilir selalu resah. ”Kalau saat ini dari kajian sementara kami ini murni bencana alam akibat tingginya aktifitas penebangan pohon yang menimbulkan naiknya debit air,” ujarnya, Kamis 2 Februari 2012.

    Charles mengatakan dia telah meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Taput segera melakukan pembuatan jembatan alternatif agar warga di seberang sungai dapat terus beraktifitas. ”Jadi kita berharap segala aspek yang menimbulkan kerusakan infrastruktur ini harus di perhatikan.Karena kalau sudah seperti ini masyarakat kami yang dirugikan,” paparnya.

    Warga setempat E Simanungkalit, 35,mengatakan saat putranya berangkat sekolah jembatan masih bagus. Namun, saat pulangnya jembatan sudah ambruk. ”Makanya kami sempat panik,”kata dia. Kepala Dinas PU Taput Anggiat Rajagukguk menjelaskan, Jembatan Sungai Aek Silalaen dibangun pada 2006 dari APBD Taput sebesar Rp450 juta.

    Sementara Jembatan Sungai Aek Sirongit dikerjakan 2009 dari APBD Taput sebesar Rp 360 juta. Konstruksi dan material yang dipakai untuk pembangunan jembatan tersebut sudah sesuai dengan standar yang ada. Dan pembangunan jembatan itu dikerjakan pihak swasta atau rekanan. ”Ambruknya kedua jembatan itu adalah bencana alam yang tidak kita inginkan akibat derasnya dorongan sungai, apalagi sejak Selasa (31/1) hujannya sangat deras, akibat peristiwa itu,kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar,” ucap Anggiat.

    Sementara Camat Sipoholon Sasmiduk Situmeang di dampingi Kepala Desa Simanungkalit, Kamiruddin Simanungkalit mengatakan,ambruknya kedua jembatan beton tersebut mengakibat sekitar 1.500 warga terganggu aktifitasnya. Sebab jembatan tersebut merupakan penghubung atau jalur utama menuju jalan raya dan pusat kota kecamatan.(sindo)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!