
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
FKUB Siantar Gelar Silahturahmi
Evendi
Walikota Hulman Sitorus memberikan kata sambutanPEMATANGSIANTAR (EKSPOSnews) : Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB)
Kota Pematangsiantar melakukan kegiatan silahturahmi dengan tokoh agama,
adat dan masyarakat, Rabu 1 Februari 2012, di ruang data pemko.
Dalam sambutannya, Wali Kota Hulman Sitorus berharap, FKUB agar selalu mengawal umatnya masing-masing menjadi teladan yang baik, sehingga terjalin keharmonisan dan saling menghormati antara satu dengan yang lainnya. Menurutnya, syukuran Tahun Baru dan silahturahmi ini merupakan moment dalam mempererat tali persaudaraan, khususnya di Kota Pematangsiantar. "Komitmen dari pemuka-pemuka tokoh agama dan lintas agama, yang tergabung dalam FKUB dapat terus mengawal kerukunan umat beragama di Kota Pematangsiantar. Sehingga tercipta kerukunan, kebersamaan dan persaudaraan yang lebih baik," ujarnya. Hulman menambahkan, pemko selalu memberi apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang telah dilakukan FKUB dalam menjaga kerukunan di Kota Pematangsiantar. Kerukunan tersebut menurutnya harus benar - benar dijaga. Termasuk ada upaya agar kerukukan dapat berjalan baik dan sukses, sehingga tidak akan ada kerusuhan yang terjadi. Ketua FKUB Kota Pematangsiantar, M Ali Lubis mengatakan, agama yang dilayani pemerintah sekarang ini ada enam yaitu, Kristen, Khatolik, Hindu,Budha dan Kong Hu Chu. Keberagaman agama itu menurutnya, investasi pembangunan di Sumut termasuk Kota Pematangsiantar dan juga kerukunan, Ali Lubis menyampaikan, Sumut pada umumnya merupakan kawasan yang minim konflik berunsur kepada keberagaman agama dan sara. Menurutnya, kondisi ini merupakan investasi kerukunan dan pembangunan di Kota Pematangsiantar, dan tidak mustahil hai ini dapat memicu konflik bila tidak diatur dan dijaga dengan baik. "Tujuan silaturhmi ini juga termasuk menjaga kerukunan, apabila sering ketemu maka akan sadar kita adalah mahluk sosial yang saling membutuhkan dengan orang yang lain," ujarnya. Untuk menjaga kerukunan ini, dia mengharapkan, kepada para ulama, pendeta, dan biksu agar menyampaikan ceramah yang dapat menyejukkan hati, serta membawa kedamaian terhadap jemaah dan masyarakat. (en)
BERITA TERKAIT:
|