Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Mendagri Ancam Mundur, Sumut Pesimistis Target e-KTP Terealisasi
    MEDAN(EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memprediksi sulit memenuhi tenggat waktu penyelesaian e-KTP yang ditargetkan pada April 2012.

    Asisten I Pemerintahan Pemprov Sumut Hasiholan Silaen mengungkapkan,dari 14 kabupaten/ kota di Sumut yang sudah melaksanakan e-KTP, belum ada satu pun yang memenuhi target selesai pada Desember 2011.Umumnya hanya 20%. “Harusnya sudah selesai Desember lalu,” kata Hasiholan di sela-sela kegiatan Focus Discussion Group (FGD) pemutakhiran data pemilih pemilu di Hotel Grand Angkasa, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Selasa 31 januari 2012.

    Sebagian besar terkendala dengan peralatan yang terbatas sehingga 14 kabupaten/ kota yang ada tidak bisa memaksimalkannya selesai tepat waktu.Sementara 19 kabupaten/ kota lainnya baru akan memulainya tahun ini. Seperti diketahui 14 kabupaten/ kota tersebut meliputi Langkat, Deliserdang, Simalungun, Asahan, Labuhanbatu, Mandailing Natal (Madina), Serdangbedagai,Batubara,Labuhanbatu Selatan (Labusel), Tapanuli Selatan (Tapsel), Medan, Pematangsiantar, Tanjungbalai, dan Binjai.

    Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemko Medan Darussalam Pohan mengakui hingga kemarin e-KTP baru berjalan sekitar 30%. Dia juga memperkirakan masih sulit memenuhi target yang ditetapkan. Pasalnya, alat yang digunakan saat ini hanya 82 yang tersebar di 21 kecamatan. Sementara kebutuhan peralatan untuk bisa menyelesaikannya sekitar 142. “Sudah ada tambahan yang masuk tapi tetap belum mencukupi,”ujarnya.

    Menurut dia, jika e-KTP bisa dimulai Juli dengan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan, maka dimungkinkan bisa selesai tepat waktu.Namun kenyataannya alat yang tersedia terbatas.Belum lagi ada beberapa alat yang rusak. Keterbatasan alat juga mengharuskan petugas di kecamatan melayani warga hingga dini hari dan tetap bekerja di hari libur.Jadi masalahnya bukan karena kekurangan petugas di lapangan.

    Selain itu, banyak masyarakat yang tidak berada di tempat atau pindah tanpa pemberitahuan sehingga sulit untuk mendatanya. Sementara itu di Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas), e-KTP baru akan mulai dilaksanakan Februari ini. Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Keprotokolan Pemkab Humbahas Hotman Hutasoit mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan sejak pertengahan 2011.

    Dana untuk keperluan pendataan e-KTP telah ditampung di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2012. Selain itu, masing-masing kecamatan sudah memiliki empat tenaga teknis dan administrasi untuk pendataan kependudukan yang sedang berjalan.

    “Sejauh ini laporan yang kita terima dari Capil tidak ada masalah.Pemkab sendiri optimistis pemberlakuan e-KTP tidak akan menimbulkan kegamangan di masyarakat. Kami berharap dukungan masyarakat serta semua pihak untuk memperlancar pendataan,” paparnya.(sindo)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!