
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Tanjung Balai dan Port Klang, Malaysia Jadi Kota kembar
TANJUNGBALAI(EKSPOSnews): Kerja sama kota kembar atau "sister city" antara Tanjung Balai, Sumatera
Utara dengan Port Klang, Malaysia bakal segera terealisasi.
"Tidak lama lagi, kerja sama kota kembar Tanjung Balai dengan Port Klang terealisasi," kata Wali Kota Tanjung Balai, Thamrin Munthe di Tanjung Balai, Senin, 30 Januari 2012. Rencana kerja sama "sister city" antarsesama kota pelabuhan itu telah lama dijajaki dan telah dikaji dari berbagai aspek. Sejumlah program kerja sama yang digagas oleh kedua pemerintah kota (Pemkot) itu diperkirakan kelak akan banyak memberi manfaat dan keuntungan bagi masing-masing kalangan pelaku dunia usaha dan masyarakat setempat. Bahkan kerja sama itu juga diprediksi ikut memberi kontribusi nyata bagi peningkatan laju perekonomian kabupaten dan kota lain di Sumatera Utara (Sumut). Terkait dengan kerja sama kota kembar tersebut, pihak Pemkot Tanjung Balai mulai mempersiapkan program peningkatkan kualitas sarana infrastruktur pelabuhan dan jalan raya. Persiapan tersebut diawali dengan membentuk Badan Kordinasi Ketertiban dan Kenyamanan Pelabuhan (Bakorkapel) Kota Tanjung Balai yang salah satu tugasnya mewujudkan pelabuhan Teluk Nibung aman bagi wisatawan. Selain membentuk Bakorkapel, pihaknya mulai tahun ini akan membangun infrastruktur pendukung, yakni pelabuhan pariwisata di kawasan reklamasi bantaran daerah aliran sungai (DAS) Asahan. Lokasi dermaga di "water front city" tersebut kelak juga akan menjadi pusat transportasi sungai bagi wisatawan yang berkunjung ke Tanjung Balai. Pemkot Tanjung Balai kini juga sedang mengupayakan agar dermaga Pelabuhan Teluk Nibung nantinya bisa disinggahi kapal "roll on roll off" atau roro yang mampu mengangkut mobil para wisatawan dari Pelabuhan Port Klang. Selanjutnya, mobil wisatawan mancanegara (wisman) itu bisa mengunjungi objek wisata di Tanjung Balai dan sejumlah lokasi wisata lain di Sumut, di antaranya Danau Toba. Untuk mengunjungi objek wisata Danau Toba, kata Thamrin, para wisman yang masuk melalui Pelabuhan Teluk Nibung hanya membutuhkan waktu tempuh melalui perjalanan darat sekitar 2,5 jam. Sementara perjalanan darat dari Kota Medan menuju Danau Toba saat ini dibutuhkan waktu minimal tiga jam, karena jarak tempuhnya relatif lebih jauh dan kerap terjadi macet. "Kami ingin menjadikan Tanjung Balai sebagai salah satu pintu gerbang wisata menuju Danau Toba," ujarnya. Dia menambahkan, Kota Tanjung Balai belum lama ini masuk menjadi anggota Forum Manajemen Regional Danau Toba atau "Lake Toba Regional Forum/LTRM". Keikutsertaan Tanjung Balai dalam LTRM, menurut dia, akan mampu berperan strategis bersama daerah lain di Sumut turut meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke Danau Toba(antara)
BERITA TERKAIT:
|