
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Kerusuhan Sidomulyo Hambat Distribusi Barang ke Lampung
BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Kerusuhan antarwarga yang mengakibatkan puluhan rumah penduduk terbakar dan rusak, mengakibatkan semakin terhambatnya distribusi barang dari Pulau Jawa ke wilayah Provinsi Lampung.
Kondisi serupa juga terjadi sebaliknya dari berbagai daerah di Sumatera ke Pulau Jawa, setelah terjadi kemacetan di Merak, Banten hingga Rabu 25 Januari 2012. Dari Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan dilaporkan, sejumlah pengemudi kendaraan dari berbagai daerah di Pulau Sumatera yang akan menuju Jawa khawatir ketika akan melewati Jalan Lintas Sumatera di Wilayah Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung menyusul kerusuhan Selasa. "Beritanya begitu besar dan adanya amuk massa, karena itu jujur saya khawatir akan melewati Sidomulyo," ujar Tarigan, sopir truk asal Sumatera Utara, ketika ditemui di salah satu rumah makan di Kecamatan Katibung, Lampung Selatan. Yance menjelaskan, masih banyak barang dagangan berbagai jenis miliknya dan beberapa rekannya yang masih tertahan di Pelabuhan Merak, Provinsi Banten menyusul terganggunya pelayanan angkutan kapal dari pelabuhan Merak, Banten ke pelabuhan Bakauheni, Lampung sejak sekitar dua pekan terakhir. "Ada sebagian barang yang sudah keluar dari kemacetan itu, tapi masih banyak juga barang milik kawan-kawan yang tertahan di sana," katanya. Menurut dia lagi, dengan kondisi kemacetan di Merak ditambah dengan terjadinya kerusuhan antarwarga di Sidomulyo, Lampung Selatan pada Selasa (24/1) itu, jelas menambah terhambatnya aliran kendaraan, penumpang, dan barang. Hal itu antara lain karena Kecamatan Sidomulyo dilalui jalan lintas Sumatera dari Bandarlampung menuju pelabuhan Bakauheni sejauh sekitar 100 KM. Karena itu, Yance dan sejumlah pengusaha di Lampung lainnya sangat mengharapkan agar pemerintah daerah melalui aparat keamanan segera bisa mengatasi masalah itu, sehingga keamanan di Lampung pada umumnya, dan di Sidomulyo kususnya segera pulih. "Kalau terjadi kerusuhan terus begini pedagang mau pesan barang juga mikir-mikir, bahkan takut kalau terjadi apa-apa di jalan," katanya. Diberitakan, sejumlah warga dan aparat gabungan TNI dan Polri mulai melakukan pembersihan puing rumah yang habis terbakar dalam kerusuhan antarwarga di kawasan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan itu. Bupati Lampung Selatan, Rycko Menoza juga mengatakan pembangunan di daerahnya terhambat akibat konflik di Kecamatan Sidomulyo yang menimbulkan kerusakan puluhan rumah. Akibat penyerangan itu, tercatat 48 rumah terbakar, 24 rumah rusak berat, delapan sepeda motor dan empat traktor juga terbakar, sejumlah orang menderita luka-luka dan mendapatkan perawatan di rumah sakit namun tidak ada korban jiwa. Guna mengantisipasi terjadinya konflik lanjutan, Polda Lampung mengerahkan 1.600 personel dengan dibantu unsur TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP).(antara)
BERITA TERKAIT:
|