Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Pemerintah Daerah Semestinya Buat Shelter Mini
    PADANG (EKSPOSnews): Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief menyatakan, pemerintah daerah (pemda) perlu memikirkan pembangunan shelter mini di setiap pemukiman masyarakat untuk antisipasi bencana tsunami.

    "Pemda sudah saatnya membuat terobosan dengan menyediakan shelter berukuran mini. Kalau hanya memikirkan shelter yang dapat menampung ribuan atau puluhan ribu orang dana yang dibutuhkan relatif tinggi dan memakan waktu yang lama," katanya pada Workshop Peran Jurnalis Dalam Penanggulangan Bencana di Padang, Sabtu 14 Januari 2012.

    Dia menyebutkan, biaya yang akan dikeluarkan pemda untuk membangun shelter mini itu akan jauh lebih irit dibanding harus membuat yang berukuran besar dengan daya tampung yang banyak.

    Terobosan tersebut, menurutnya dia, perlu dipikirkan pemda yang wilayahnya termasuk dalam zona rawan bencana seperti gempa dan tsunami.

    Shelter mini perlu dibangun pemda di pemukiman masyarakat dan mendorong para pengusaha juga membuat shelter mandiri untuk menampung karyawan serta masyarakat di sekitarnya.

    "Bagi pengusaha mereka memiliki modal untuk membuat shelter sendiri, yang dipikirkan sekarang adalah masyarakat ekonomi lemah di daerah rawan bencana dan itu memang tugas pemerintah," ujarnya.

    Sehubungan dengan itu, Andi juga mengimbau perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan untuk ikut serta dalam pengembangan riset risiko kebencanaan di Indonesia.

    "Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan sebenarnya juga memiliki tanggung jawan dalam pengembangan riset tentang kebencanaan di negara ini, sebab mereka dalam kegiatannya melakukan eksploitasi alam di Indonesia dan persoalan riset tentang kebencanaan tidak hanya tanggung jawab pemerintah," katanya.

    Ia menambahkan, saat ini di Indonesia riset hanya mengandalkan ilmuwan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan perguruan tinggi, sedangkan peran perusahaan belum terlihat.

    "Dari pemerintah sendiri anggaran untuk riset kebencanaan itu ada, namun untuk jumlahnya saya tidak tahu persis. Tapi jika ada perhatian dari perusahaan yang ada di negara ini tentutang akan jauh lebih baik," katanya.

    Terkait shelter mini, Andi mengatakan, untuk tingkat pusat akan dikoordinasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).(antara)

    Share |
    BERITA TERKAIT:
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!