
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Waspadalah...Rabies Masih Mengancam Sumut
MEDAN(EKSPOSnews): Hingga saat ini Sumatera Utara masih belum bebas dari penyakit rabies,
bahkan selama 2011 tercatat sebanyak 31 penderita penyakit di berbagai
kabupaten/kota di daerah itu meninggal dunia.
"Jumlah kasus gigitannya sebanyak 3.790, kasus gigitan yang diberi Vaksin Anti Rabies (VAR) 2.674 orang dan specimen hewan positif 17 ekor serta yang meninggal 31 orang selama 2011," kata Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Sumatera Utara Sukarni di Medan Rabu, 11 Januari 2012. Rabies merupakan penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit tersebut bersifat zoonotik dan ditularkan ke manusia melalu gigitan hewan misalnya oleh anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar. Berdasarkan data yang ada, diketahui daerah yang tertinggi kasus rabies di sumut adalah Kabupaten Simalungun dengan 401 kasus, kemudian Samosir 359 kasus, Medan 346 kasus, Tapanuli Utara 293 kasus dan Dairi 290 kasus. Lebih lanjut ia mengatakan, hal yang paling penting dalam rabies adalah pencegahan, yakni masyarakat yang memelihara hewan harus dipelihara dengan baik, tidak dibiarkan lepas berkeliaran dan kalau bisa divaksin. Bagi yang sudah terlanjur di gigit hewan pembawa virus rabies seperti anjing harus segera mencuci luka gigitan tersebut dengan sabun, detergen lain dan air mengalir selama 10 sampai 15 menit. Kemudian luka tersebut di beri antiseptik dan untuk selanjutnya segera berobat ke puskesmas, rumah sakit atau rabies centre untuk segera mendapatkan pertolongan. Menurut dia ada beberapa luka gigitan dengan resiko tinggi misalnya pada gigitan pada jari tangan atau kaki, daerah bahu atau daerah pusat ke atas. "Untuk menghindari resiko penularan maka harus segera di beri VAR. Amati hewan yang menggigit selama dua minggu, bila mati segera diberi VAR lengkap," sebutnya. Mengenai pemberian VAR untuk resiko tinggi tersebut, lanjut dia, hari pertama diberi dua vial, hari ke tujuh diberi satu vial, hari ke duapuluh satu vial namun itu tidak diberikan kalau ternyata anjing yang menggigit tidak rabies.(antara)
BERITA TERKAIT:
|