
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Tuntaskan Perbaikan Lintas Sumatra
BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Sejumlah warga Bandarlampung mengharapkan pemerintah segera menuntaskan perbaikan Jalan Lintas Sumatera ruas Panjang- Rajabasa Bandarlampung dengan segera menetapkan kontraktor yang akan melanjutkan pelebaran jalan lintas tersebut.
"Kalau hujan tidak turun, kondisi jalan ini berdebu tebal, padahal di sekitar jalan ini terdapat rumah sakit, sekolah, taman kanak-kanak, hotel, usaha makanan serta tempat permukiman penduduk," kata Edy, salah satu warga Kecamatan Sukarama Bandarlampung, Senin 2 Januari 2011. Berdasarkan pantauan lapangan kondisi jalan lintas Sumatera ruas Rajabasa- Panjang juga selalu macet karena dilintasi oleh hampir semua truk dan mobil pribadi tujuan Jawa atau sebaliknya. Sehubungan terjadinya pemekaran tempat permukiman penduduk, jalan lintas itu kini bukan lagi melewati daerah pinggiran kota, tetapi sudah termasuk pusat kota. Pelebaran jalan utama itu kini terlantar sehubungan kontraktornya dinyatakan bangkrut. Terbengkalainya perbaikan jalan itu berdampak pada warga sekitar, yakni mereka kini hidup dalam lingkungan berdebu tebal yang umumnya berasal dari tanah urukan di sisi jalan lintas itu. Banyak kendaraan yang memilih melintas di sisi jalan yang belum di aspal itu sehingga debu pekat selalu melingkupi kawasan tersebut. Debu itu juga menimpa sekolah taman kanak-kanak (TK), rumah sakit, permukiman warga, warung makanan, hotel dan restoran yang terdapat di sepanjang jalan negara itu. Akibat jalan berdebu itu, banyak warga yang tinggal di sekitar jalan negara itu yang menderita batuk. Sejumlah warga yang tinggal di kawasan jalan lintas itu mengharapkan pemerintah segera menuntaskan pelebaran jalan negara itu, agar kondisi jalan itu tidak lagi berdebu, macet dan semrawut. "Akibat pelebaran jalan itu ditelantarkan, warga di sekitar jalan itu yang dirugikan seperti hidup dalam lingkungan debu jalan," seorang warga lainnya. Jalan lintas Sumatera ruas Rajabasa-Panjang sebenarnya di lebarkan mulai Mei 2011 dengan menggunakan dana pinjaman Bank Dunia sebesar Rp153 miliar. Biaya pelebaran jalan lintas negara itu dipatok Rp240 miliar, namun kontraktor yang melakukan penawaran terendah yang dimenangkan. Namun kontraktor pemenang pelebaran jalan itu hanya mampu bekerja selama beberapa bulan, seperti menguruk sisi jalan itu dan membongkar tembok rumah sakit RS Immanuel dan bangunan lainnya, kemudian berhenti bekerja karena pailit.(antara)
BERITA TERKAIT:
|