
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Jalur Kereta Api Bandartinggi-Kualatanjung Rampung 2013
MEDAN(EKSPOSnews): PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan membangun jalur kereta api
Bandartinggi-Kualatanjung, Batubara sepanjang 21,5 kilometer (km).
Ditargetkan, megaproyek dengan nilai investasi Rp537,5 miliar itu selesai akhir 2013. Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tunjung Indrawan mengatakan, pembangunan jalur kereta api ini merupakan bagian dari total jalur kereta api untuk kluster industri Sei Mangke-Kuala Tanjung dengan panjang 42,124km. “Kereta api menjadi transportasi massal menuju dan keluar kluster industri. Jadi,kami sangat berharap pembangunan ini tidak mengalami masalah, terutama dari segi lahan. Perlu dukungan dari semua pihak untuk merealisasikannya,” katanya seusai Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, Otorita Asahan dan Pemkab Batubara Asahan tentang Penyediaan Tanah Untuk Pembangunan Prasarana Perkeretaapian Lintas Bandartinggi-Kualatanjung di Hotel Grand Aston Medan, Selasa 20 Desember 2011. Untuk pembangunan ini, lanjut dia, nilai investasi per kilometer jalur kereta api disiapkan sebesar Rp25 miliar. Dari sisi anggaran tidak mengalami kendala, selebihnya hanya butuh dukungan penuh dari pemda agar proses pembangunan berjalan sesuai rencana.Proses pembangunan akan dimulai 2012 dan ditargetkan selesai akhir 2013. Pengoperasiannya dimulai awal 2014. “Secara keseluruhan pembebasan lahan yang harus dilakukan pemerintah untuk pembangunan jalur kereta api ke Sei Mangke sebagian besar berada di wilayah Otorita Asahan sepanjang 16,5 km.Selain itu ada di Kabupaten Batubara sepanjang 2,6 km, kemudian Simalungun juga 2,6 km,”ucapnya. Mereka juga akan melakukan rehabilitasi jalur dengan mengganti bantalan dan lainnya dari Bandartinggi ke Perlanakan, serta mengganti beberapa spoor dari Perlanakan ke Sei Mangke karena memudahkan loading barang untuk sarana prasarana transportasi Sei Mangke. Apabila rencana pembangunan dan rehabilitasi tersebut terealisasi, maka aksesibilitas ke kawasan kluster industri Sei Mangke akan lancar sehingga rencana menjadikan Sumut sebagai koridor ekonomi di wilayah barat Indonesia tercapai. “Pembangunan infrastruktur menjadi upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian yang berujung pada kesejahteraan rakyat,”tukasnya. Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain mengatakan, pemkab sudah membebaskan lahan seluas 2 km yang dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2011. Sisanya, seluas 19,5 km akan kembali diajukan anggaran pembebasan lahan melalui APBD 2012 sebesar Rp10 miliar. “Kami dukung sepenuhnya. Anggaran sudah kami ajukan, selanjutnya menunggu pencairan saja karena pada prinsipnya gubernur sangat mendukung ini,”ucapnya. Dikatakan dia, kendala pembebasan lahan karena masih adanya lahan milik masyarakat serta PT MUIS, salah satu perusahaan yang beroperasi di sana serta permukiman masyarakat.Mereka akan melakukan berbagai upaya untuk mendukung pembangunan jalur kereta api ini. “Anggaran juga sudah kami ajukan ke provinsi. Kami sangat mendukung pembangunan ini,” ujarnya. Ketua Otorita Asahan Effendi Sirait mengungkapkan, administrasi pertanahan hendaknya segera diselesaikan berdasarkan aturan berlaku sehingga proses pembangunan dalam rangka mendukung program Master Plan Pengembangan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3I) ini bisa terealisasi sesuai rencana. “Ini langkah strategis untuk mendukung pembangunan Sumut. Dengan penandatanganan ini diharapkan perencanaan pembangunan fisik kereta api dari Bandartinggi ke Kualatanjung terealisasi yang tentunya didukung semua pihak,”ucapnya. Sementara itu, Direktur Utama PTPN III Amri Siregar mengatakan, mereka sudah mulai melakukan pengangkutan crude palm oil (CPO) pada 2013 sebanyak 900.000 ton. Setelah beroperasinya jalur kereta api secara keseluruhan ditargetkan akan bisa mengangkut 1,5 juta ton CPO. “Yang ditargetkan ini masih berupa CPO, belum termasuk inti sawit, getah dan lainnya karena direncanakan akan ada juga pabrik ban di kawasan tersebut,”paparnya. Dia mengharapkan seluruh pihak membantu peningkatan kualitas jalan ke Sei Mangke, tidak hanya interlink saja tetapi secara menyeluruh. “Kami harap semua pihak bekerja sama menyukseskan kluster ini,” pungkasnya.(sindo)
BERITA TERKAIT:
|