
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Kadis Kesehatan Simalungun dan Dirut RSUD Perdagangan Dicopot
Jansen
Bupati Simalungun JR SaragihSIMALUNGUN
(EKSPOSnews): Dinilai tidak mampu bekerja sebagai pelayanan masyarakat,
serta mendukung program pembangunan daerah maupun nasional, Bupati
Simalungu, JR Saragih, mencopot Kadis Kesehatan Saberina Tarigan, dan
Dirut RSUD Perdagangan, Jones Simanjuntak.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri perayaan natal KNPI Kabupaten Simalungun di Balai Rahmad Syah, Taman Hewan, Kota Pematangsiantar, Sabtu 17 Desember 2011. Pencopotan Saberina Tarigan menurutnya akibat ketidak mampuan menudukung kinerja pemerintah, khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan. Kabarnya mantan Kadis Kesehatan Tanah Karo yang sengaja ditarik JR Saragih, tidak mampu mengalokasikan dana bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp 2 miliar. DPRD Simalungun juga sudah beberapa kali mengingatkan Kadis Kesehatan untuk melakukan sosialisasi terkait dibidang kesehatan. Namun sejak diangkat sebagai Kadis Kesehatan Simalungun, pertengahan bulan Februari lalu, peningkatan program kesehatan dianggap mandul. Informasi lainnya, Saberina Tarigan gagal mengelola dana Jaminan Persalinan Gratis (Jampersal) bantuan pemerintah pusat sebesar Rp2 miliar. Jampersal masih minim pemanfaatannya, karena banyak masyarakat yang tidak mengetahui adanya program itu. Diduga ini akibat minimnya sosialisasi yang dilakukan Dinas Kesehatan selaku penanggung jawab program di daerah. Kadis Kesehatan juga dinilai kurang tanggap membantu pengobatan bagi masyarakat miskin yang membutuhkan penanganan khusus. Sementara Direktur RSUD Perdagangan dicopot dari jabatannya, karena tidak mampu memberdayakan rumah sakit tersebut sebagai pelayanan utama bidang kesehatan di sekitar Kecamatan Bandar. Bahkan pasien yang dirawat inap sering mengeluhkan pelayanan tidak maksimal, dan memilih berobat ke Kota Pematangsiantar. Ini juga dilatarbelakangi, belum berfungsinya bangunan baru di RSUD Perdagangan yang menghabiskan anggaran dari pusat sebesar Rp 26,8 miliar lebih. Sehingga Jones dinilai belum layak dan tidak mendukung program pemerintah daerah dan nasional. Informasi lain, terkait buruknya kinerja sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Simalungun, juga sudah mendapat perhatian serius dari JR Saragih. Bahkan disebut-sebut, Bupati bakal segera melakukan perombakan besar-besaran terhadap pimpinan SKPD dan para Camat. Beberapa di antaranya tidak diberikan jabatan pengganti alias non job. (js)
BERITA TERKAIT:
|