Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Hulu Sungai di Sumut Alami Deforestasi
    MEDAN(EKSPOSnews): Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan, hutan di hulu-hulu sungai di Sumatera Utara (Sumut) yang telah mengalami deforestasi menjadi perhatian kementeriannya untuk dilakukan penghijauan kembali.

    “Anggaran kita sebagaian besar untuk Sumatera Utara, hulu sungainya harus kita tanami kembali. Mungkin kita lakukan secara bertahap. Memang tidak bisa setahun. Pokoknya dalam 25 tahun ini, Indonesia harus hijau kembali,” katanya di sela-sela kegiatan Apresiasi Medan Green and Clean (MdGC) di Hotel Tiara Medan, Kamis 15 Desember 2011.

    Saat ini mereka sedang memprogramkan penghijauan di kawasan hulu sungai. Itu sebabnya dalam Hari Menanam Pohon Indonesia yang digelar baru-baru ini, mereka bekerja sama dengan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I Bukit Barisan (BB) untuk menamam pohon di hulu sungai. “Program kami sekarang ini adalah menanam dan terus menanam. Kami tidak akan pernah lagi memberikan izin kepada siapa pun untuk melakukan penebangan pohon,” imbuhnya.

    Dikatakan dia, upaya penghijauan Indonesia kembali harus segera dilakukan karena sudah berada pada sinyal polusi yang sudah di ambang batas. Tandanya bisa dilihat di lingkungan sekitar kita. Sekarang ini jarang sekali ditemukan habitat, seperti kupukupu, burung,juga kunang-kunang di kawasan permukiman.

    Daur ulang hidup kupukupu sekitar dua sampai tiga minggu.Jika kalau lingkungan sudah terkena polusi kupu-kupu tidak akan mau tinggal di lingkungan tersebut. Sedangkan, kunang-kunang yang hidupnya sekitar satu sampai dua minggu hanya bisa hidup di kawasan bebasemisi. Untuk melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim,maka baik pemerintah dan masyarakat harus mau melaksanakan program 3 S di tempat tinggal masing-masing.

    S pertama adalah sentuh tanah. Artinya, jangan pernah membiarkan ada tanah kosong, kering dan terlantar.Tanah yang kosong harus ditanami berbagai jenis tanaman. Kemudian sentuh air.Harus diingat,air merupakan sumber kehidupan karena itu jangan pernah sekalipun membuang sampah ke sungai maupun mencemari sungai. Sedangkan yang S yang terakhir adalah sentuh budaya.

    “Mulai sekarang kita harus merubah budaya buang sampah sembarangan, termasuk budaya suka menebang pohon harus diganti dengan budaya menanam pohon. Jika program 3 S ini dijalankan, saya yakin Indonesia secepatnya akan hijau kembali,” ujarnya. Itu sebabnya Zulkifli memberikan apresiasi luar biasa atas digelarnya MdGC.

    Dia mengaku tidak menyangka warga Kota Medan sangat peduli dengan gerakan menanam, kebersihan serta kesadaran akan lingkungan sangat tinggi. “Saya ucapkan terima kasih atas teman-teman yang telah melaksanakan kegiatan ini, khususnya kepada Wali Kota Medan, ”ungkapnya.

    Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengatakan, sebagai bentuk komitmen pembangunan berkelanjutan,Kota Medan juga berpartisipasi aktif dalam program pengembangan kota hijau. Medan beserta 60 kota dan kabupaten lainnya di Indonesia telah menandatangani piagam komitmen kota hijau sebagai kota yang terpilih menjadi lokasi Pilot Project Kota Hijau oleh Kementrian Pekerjaan Umum (PU).

    “Di samping program-program go green yang digagas bersama-sama dengan forum komunikasi pemerintah daerah, juga telah banyak membantu mewujudkan lingkungan yang dulunya kumuh menjadi lebih sehat.Kemudian, penghijauan wilayah bantaran sungai, termasuk pemanfaatan air bersih yang tidak boros serta mendorong pelaksanaan program-program sanitasi lingkungan lainnya,” paparnya.

    Dewi Budiarti Teruna Jasa Said selaku Project Director MdGC menambahkan, program MdGC sudah berjalan selama selama tahun. Kegiatan ini mulai membawa dampak positif, terbukti mampu mengurangi jumlah sampah rumah tangga. MdGC juga ikut mengilhami wali kota dalam menjalankan program kebersihan.

    Itu sebabnya saat ini lurah dan kepala lingkungan sering dipelesetkan dengan panggilan Pak Sarumpaet, artinya identik dengan sampah, rumput dan paritSaat ini mereka memiliki ribuan pemuda yang tergabung dalam Kelompok Peduli Lingkungan (Kopling). Setiap lingkungan beranggotakan 10 orang.

    “Jumlah itu bertambah lagi dengan adanya kelompok Sadar Lingkungan (Darling).Tugas, Kopling dan Darling ini untuk menggerakkan dan memotivasi masyarakat untuk mendukung program kebersihan di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing,” kata Dewi.

    Acara ini diisi dengan pemberian hadiah kepada nominasi lingkungan terbaik MdGC 2011. Untuk kategori Wilayah Berkembang Terbaik, diraih Lingkungan IV,Kelurahan Sei Kera Hilir.Wilayah Maju Terbaik diraih Kelurahan Sukaramai I. Untuk Wilayah KomplekTerbaik, Komplek Parwitayasa diraih Kelurahan Tanjung Gusta .(sindo)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!