Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Kelangkaan Mitan di Tobasa Mulai Teratasi
    BALIGE (EKSPOSnews): Kelangkaan minyak tanah yang terjadi hampir selama dua bulan terakhir pada sejumlah kecamatan di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara, kini kondisinya mulai berangsur normal kembali.

    "Kita sudah mengingatkan para penjual dan pengecer minyak tanah dalam wilayah setempat, agar jangan mengambil kesempatan menaikkan harga," kata Kabag Perekonomian Setdakab Toba Samosir, Joni Hutajulu di Balige, Senin 12 Desember 2011.

    Menurut dia, kelangkaan minyak tanah tersebut ada kaitannya dengan rencana penarikan minyak tanah bersubsidi di wilayah Kabupaten Tobasa, yang diberlakukan secara bertahap sejak bulan November 2011.

    Namun, kata dia, kondisi keberadaan minyak tanah tersebut, sekarang ini sudah berangsur normal dan telah dapat diatasi, sehingga para pengguna bahan bakar tersebut tidak lagi kewalahan dalam mendapatkannya untuk kebutuhannya sehari-hari, seperti sebelumnya.

    Memang, lanjutnya, pada bulan Januari 2012 dan seterusnya, untuk wilayah Tobasa, minyak tanah bersubsidi rencananya tidak lagi disalurkan.

    Hal tersebut, menurut Joni, sehubungan dengan telah selesainya tahapan pendistribusian tabung LPG isi 3 Kg kepada masyarakat di wilayah kabupaten berpenduduk 216.801 jiwa itu pada bulan September 2011 lalu.

    "Maka, sesuai tahapan berikutnya, pada program konversi minyak tanah bersubsidi ke LPG isi 3 Kg, akan dilakukan penarikan minyak tanah bersubsidi," ujarnya.

    Ia mengatakan, berdasarkan surat yang mereka terima dari "Fuel Retail Marketing Region I, Sales Area Manager Pertamina Sumatera Utara", tahapan rencana penarikan minyak tanah bersubsidi dimulai sejak November 2011 dengan persentase penarikan sebesar 50 persen.

    Ia menjelaskan, alokasi November 2011 yang seharusnya sebanyak 525 kiloliter (KL), disalurkan sebesar 265 KL dan jumlah penarikan sebesar 260 KL atau berkisar 50 persen.

    Pada bulan Desember 2011, lanjutnya, persentase penarikan naik menjadi 75 persen, dengan rincian alokasi yang seharusmya sebanyak 535 KL, disalurkan hanya sebesar 135 KL hingga jumlah penarikan menjadi 400 KL atau sekitar 75 persen.

    "Seterusnya pada Januari 2012 total penarikan akan genap seratus persen, karena sebanyak 525 KL yang dialokasikan, tidak disalurkan lagi, sehingga penarikan tetap sejumlah 525 KL," katanya.

    Joni menyebutkan, pihaknya sudah menyurati pihak Pertamina Region I Sumatera Utara, sekaligus merencanakan operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak tanah di daerah Tobasa, menyahuti surat tertanggal 12 Oktober 2011 yang mereka terima.

    "Sebelum hari Natal tiba, kita akan menggelar operasi pasar agar warga yang hendak merayakan tahun baru tidak mengalami kewalahan untuk memperoleh minyak tanah," katanya. (antara)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!