
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Otorita Asahan Alokasikan Beasiswa Rp18,513 miliar
MEDAN(EKSPOSnews): Otorita Asahan tahun 2011-2012 mengalokasikan dana beasiswa sebesar Rp18,513 miliar untuk pelajar sekolah dasar hingga mahasiswa strata dua.
"Bantuan beasiswa Otorita Asahan itu sudah dimulai sejak tahun 2003 sejalan dengan bantuan di bidang lainnya seperti konversi lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan pembangunan infrastruktur pedesaan," kata Ketua Otorita Asahan, Effendi Sirait, di Medan, Jumat, 9 Desember 2011. Dia berbicara usai penyerahan beasiswa untuk 139 mahasiswa, terdiri dari strata satu (S1) sejumlah 125 orang dan 14 orang strata dua (S2) dari 10 kabupaten/kota di Sumatera Utara yang berada di kawasan sekitar Danau Toba dan wilayah stategis Proyek Asahan. Setiap mahasiswa yang mendapat beasiswa itu juga diberi Otorita Asahan satu pohon yang diharapkan bisa ditanam di rumah orang tua mereka yang berada di kawasan Danau Toba dan Proyek Asahan. Setiap mahasiswa S1 mendapatkan dana beasiwa sebesar Rp9,6 juta dan mahasiswa S2 sebesar Rp15 juta per tahun sehingga totalnya mencapai Rp1,410 miliar. Sementara jumlah penerima bantuan beasiswa untuk pelajar SD, SLTP dan SLTA sebanyak 11.445 orang dengan total dana Rp16.027.800.000 serta bantuan ke 35 guru dari Tapanuli Utara dan Asahan yang mengambil S1 dan S2 sebesar Rp1,086 miliar. Didampingi Sekretaris Otorita Asahan, T.Azwar Azizi dan Kepala Perwakilan Medan, PSM L Tobing, Effendi Sirait menyebutkan, pemberian beasiswa itu bertujuan untuk membantu meningkatkan pendidikan masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba dan Proyek Asahan. Semakin berpendidikan tinggi masyarakat, maka pola fikir akan semakin berkembang dan bisa meningkatkan perekonomian, ikut merasa bertanggung jawab menjaga lingkungan dan pelestarian Danau Toba yang memiliki banyak aspek keuntungan mulai dari peningkatan ekonomi hingga penjagaan alam. "Penerima beasiswa tentu saja sebelumnya harus lulus seleksi, mulai dari orang tua mahasiswa harus berdomisili di kabupaten/kota di sekitar Danau Toba dan Proyek Asahan hingga indeks prestasi mahasiswa yang tinggi," kata eksekutif Otorita Asahan yang membidangi beasiswa, Walter Siagian. Effendi Sirait menjelaskan, sumber dana beasiswa berasal dari PT Inalum yang merupakan perusahaan patungan Indonesia dan Jepang yang mengoperasikan pembangkit listrik tenaga air Asahan. "Penerima mahasiswa diharapkan juga bisa memberkan kontribusi dalam soal fikiran untuk kepentingan kelestarian kawasan Danau Toba," katanya. Mahasiswa S1 penerima beasiswa asal Tanjung Balai, Hendrik Hasibuan, mengaku sangat bersyukur mendapatkan beasiswa itu. "Saya memang ingin mencapai S1, gelar yang tidak dipunyai orang tua dan abang serta kakakku.Apalagi sekarang orang tua sudah tidak ada," kata mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan angkatan 2010 itu. Hendrik anak bungsu dari tiga orang bersaudara itu mengaku bekerja apa saja mulai dari sebagai penjual pulsa telepon selular untuk memenuhi biaya hidupnya saat kuliah di Medan, sehingga bantuan beasiswa dari Otorita Asahan tersebut dinilai sangat berharga dan membahagiakannya.(antara)
BERITA TERKAIT:
|