
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Pemprov Usulkan Status Jalan Dinaikkan Menjadi Tanggung Jawab Provinsi Sumut
MEDAN (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengajukan usulan dan permohonan agar 20 persen jalan provinsi di daerah itu dinaikkan statusnya menjadi jalan nasional agar anggaran kualitas fisiknya lebih mencukupi.
"Sekitar 20 persen dari 2.754 Km jalan provinsi yang ada," kata Kepala Dinas Bina Marga Sumut Marapinta Harahap di Medan, Rabu 7 Desember 2011. Menurut Marapinta, pengusulan itu dilakukan karena arus lalu lintas dan intensitas penggunaan jalan tersebut sangat tinggi. Kondisi itu menyebutkan banyak jalan provinsi di Sumut mudah rusak sehingga membutuhkan proses perbaikan yang menggunakan dana cukup besar. Dengan anggaran yang hanya berjumlah sekitar Rp776 miliar, pihaknya belum mampu menangani seluruh kerusakan jalan provinsi tersebut. Karena itu, pihaknya mengusulkan agar status sekitar 20 persen jalan provinsi tersebut dinaikkan menjadi nasional sehingga dapat ditangani Balai Besar Jalan Nasional. "Anggaran di Balai Besar (Jalan Nasional) cukup banyak. Sedangkan kita hanya mengandalkan Dana Alokasi Khusus," katanya. Ruas jalan yang diusulkan menjadi jalan nasional itu diantaranya Jalan Aek Godang di Kabupaten Padang Lawas hingga ke perbatasan Riau serta jalan dari kawasan Simpang, Kabupaten Asahan menujuKota Tanjung Balai. Demikian juga dengan jalan yang menghubungkan Kabupaten Labuhan Batu Selatan hingga Kabupaten Padang Lawas Utara. "Jalan-jalan itu pemanfaatannya tinggi sehingga potensi kerusakannya juga tinggi. Jadi, kalau dijadikan jalan nasional, peluang perawatannya lebih tinggi," kata Marapinta. Pihaknya juga mengusulkan kenaikan status sejumlah jalan kabupaten menjadi jalan provinsi agar perawatannya lebih mudah dilakukan. Ia mencontohkan jalan arteri nontol dari kawasan Batang Kuis menuju lokasi Bandara Kualanamu yang ada di Kabupaten Deli Serdang. "Lalu lintas di jalan itu akan tinggi sehingga potensi kerusakannya juga tinggi," kata Marapinta.(antara)
BERITA TERKAIT:
|