
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
RSUD Djasamen Saragih Usir Ibu Mau Melahirkan
Jansen
Fitri br Gultom bersama bayinya usai dioperasi caesarPEMATANGSIANTAR (EKSPOSnews) : Sebagai rumah sakit milik pemerintah, ternyata pelayanan RSUD dr
Djasamen Saragih kembali menimbulkan kekecewaan dari masyarakat.
Ini dialami Fitri boru Gultom (19) yang akan mau melahirkan anak pertama, justru diabaikan. Bahkan warga Simpang Pembaharuan Kampung Dalam, Nagori Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun ini disuruh pergi untuk melahirkan di rumah sakit lain, dan sempat mendapat perlakuan kasar dari bidan. Hal ini disampaikan orang tua Fitri, Wilman Parulian Gultom (50) saat ditemui di Rumah Sakit (RS) Vita Insani Jalan Merdeka, Jumat 2 Desember 2011. Menurutnya, Fitri sebelumnya dirujuk bidan boru Silalahi ke RSUD dr Djasamen Saragih, Kamis 1 Desember 2011. Bidan tak mampu menangani, karena uri (tali plasenta bayi) nyaris keluar. Sekira pukul 13.00 WIB, Fitri tiba di ruangan bersalin ibu dan anak. Saat itu, Wilman bertanya pada bidan yang bertugas di ruangan itu, dokter mana yang menangani putrinya. "Bidan itu menyatakan sebentar lagi, sedangkan putrinya saya sudah menjerit kesakitan," ujarnya. Berselang satu jam kemudian, Wilman kembali bertanya pada bidan lainnya, apakah dokter sudah datang. Namun bidan yang tak diketahui namanya itu, menyatakan agar bersabar. Ternyata sekira pukul 15.00 WIB, bidan itu mendatangi ruangan dimana putrinya dirawat, dan menyarankan agar dibawa ke rumah sakit lain. Bidan itu beralasan dokternya tak ada dan saat dihubungi hand phone (HP) nya tidak aktif. Wilman juga menurutkan, saat putrinya sedang mengerang kesakitan dengan kaki diangkat, lalu mencoba diluruskan, tiba - tiba bidan itu menendang agar kakinya dinaikkan. Dia tak mengetahui apa tujuan bidan itu menendang kaki putrinya. Pihaknya hanya terdiam menyaksikan hal itu, dan sejumlah bidan dan perawat terdengar tertawa - tawa di sekitar ruangan bersalin . "Bukannya melihat pasien dalam kondisi kesakitan, justru mereka (bidan dan perawat) saya dengar tertawa - tawa," ungkapnya. Bahkan saat akan dibawa pindah, Fitri justru diabaikan. Akhirnya dengan cara dipapah, Fitri terpaksa berjalan tanpa ada menggunakan kursi roda. Sekitar pukul 16.00 WIB, Fitri sampai di RS Vita, dan terpaksa menjalani operasi caesar, karena staminanya sudah berkurang. Menurut Wilman, sesuai keterang dokter Heri yang menangani putirnya, menyampaikan jika tak ditangani dalam tempo waktu setengah jam, maka berdampak buruk terhadap ibu dan bayinya. Tepat pukul 4.30 WIB, Fitri akhirnya melahirkan bayi jenis kelamin laki - laki. "Percuma saja dibuat rumah sakit elit tapi pelayanan pada pasien begitu buruk. Maunya perawat dan bidan jangan sombong," ujarnya Wilman. Sementara itu, Humas RSUD dr Djasamen Saragih, Andi Rangkuti yang coba dikonfirmasi, tak berada di ruangannya. Saat dihubungi melalui telepon seluler dalam keadaan tak aktif. Begitu juga Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan Medik, Maya Manik tak berada di tempat. (js)
BERITA TERKAIT:
|