• Home
  • Nasional
  • Harga Tiket Pesawat Silangit-Polonia Dinilai Terlalu Mahal

Harga Tiket Pesawat Silangit-Polonia Dinilai Terlalu Mahal

Jumat, 2 Desember 2011 | 05:39:08
SILANGIT(EKSPOSnews): Harga tiket pesawat yang dinilai terlalu mahal dari Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara tujuan Polonia Medan menyebabkan arus penumpang pengguna jasa transportasi udara tersebut cenderung menurun.

"Harga tiket yang ditentukan sebesar Rp380 ribu dari Bandara Silangit-Polonia, bagi sebagian penumpang mungkin dinilai relatif terlalu mahal," kata Kepala Bandara Silangit, Poltak Siburian di Silangit, Kamis, 1 Desember 2011.

Namun kata dia, jika tarif yang sudah ditetapkan tersebut diturunkan, diperkirakan bisa berpengaruh terhadap manajemen dan operasional perusahaan penerbangan.

Di sisi lain, menurut Poltak, harga harus bisa ditekan semurah mungkin, agar jumlah arus penumpang bisa semakin bertambah, namun jika harga dikurangi dari nilai nominal yang ditetapkan, dikhawatirkan maskapai penerbangan akan merugi.

Ia mengatakan, saat ini, secara rutin penerbangan dari Bandara Silangit tujuan Polonia Medan pergi pulang berlangsung setiap hari, kecuali Kamis, karena adanya penerbangan tambahan ke Nias menggunakan pesawat jenis Casa milik PT Nusantara Buana Air (NBA).

"Penerbangan reguler dari Bandara Silangit tujuan Polonia Medan, menggunakan pesawat Susi Air jenis Caravan," katanya.

Memang, lanjut Poltak, hingga saat ini dua pemerintah daerah masih memberlakukan subsidi untuk dua "seat" tiap kali jadwal penerbangan, yakni Kabupaten Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan.

"Artinya, ada tidak ada penumpang, pihak pemerintah daerah bersangkutan itu harus tetap membayar harga dua seat yang sudah ditentukan tersebut sebagai subsidi," katanya.

Sebelumnya, saat mendampingi Menhub EE Mangindaan meninjau secara langsung potensi bandara berukuran landasan pacu 2.250 meter x 30 meter berlokasi di Kecamatan Siborong-borong itu, mantan Wantimpres TB Silalahi menyebutkan, harga tiket sebesar Rp380 ribu Silangit - Polonia dinilai terlalu mahal.

Silalahi menyebutkan, ongkos tersebut cukup mahal sehingga hanya bisa terjangkau oleh masyarakat kelas menengah ke atas.

Memang, kata dia, jarak tempuh dari kawasan pinggiran Danau Toba, yakni daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Tobasa dan Samosir ke kota Medan perjalanannya membutuhkan sekitar enam jam melalui jalur darat.

Transportasi udara dianggap merupakan pilihan tepat dan paling efisien, tetapi konsekwensinya harus membayar harga tiket pesawat dengan tarif yang relatif lebih mahal jika dibandingkan ongkos menggunakan kendaraan lewat jalur darat.(antara)

BERITA LAINNYA
Bulog Sulut Akan Ganti Raskin yang Rusak
Jumat, 6 Maret 2015 | 18:47:17
KM Sinar Surya Tenggelam di Perairan Pekanbaru
Senin, 2 Maret 2015 | 07:13:56
Puting Beliung Hancurkan Ngawi
Jumat, 27 Februari 2015 | 12:31:49
Ribuan Warga Toba Samosir Belum Dapat E-KTP
Rabu, 25 Februari 2015 | 20:23:09
Puting Beliung Hancurkan Rumah di Kepahiang
Rabu, 25 Februari 2015 | 11:45:17
Polisi Sama dengan Preman?
Minggu, 22 Februari 2015 | 13:01:06
Lahan di Palalawan Dibakar
Kamis, 19 Februari 2015 | 14:19:26
Jenazah pilot AirAsia Diangkat dari Kokpit Pesawat
Sabtu, 7 Februari 2015 | 09:10:44
Komnas HAM Laporkan Kriminalisasi BW ke Presiden
Selasa, 3 Februari 2015 | 06:00:21
27 Polisi di Aceh Dipecat
Selasa, 27 Januari 2015 | 10:56:49
BERIKAN KOMENTAR
Top