Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Puting Beliung dan Banjir Hantam Padangpariaman
    PADANGPARIAMAN (EKSPOSnews): Bencana angin puting beliung dan banjir melanda Kabupaten Padangpariaman, Sumbar mengakibatkan sembilan rumah mengalami rusak dan 20 rumah lainnya terendam banjir.

    Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padangpariaman, Ali Mustofa di Padangpariaman, Sabtu, mengatakan angin puting beliung terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di Nagari Parit Malintang, Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkung.

    "Puting beliung merusakkan lima rumah di Desa Padang Toboh, empat rumah di Hilalang Gadang, dan dua rumah di Pauh," katanya, Sabtu 5 November 2011.

    Sembilan rumah di antaranya mengalami rusak sedang, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

    Dikatakannya, angin puting beliung tersebut datang ketika hujan lebat melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Padangpariaman.

    Sementara itu, akibat curah hujan tinggi, 20 rumah dihuni 18 kepala keluarga terendam banjir di Pasie Laweh Bisati, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, pada Sabtu pagi.

    Banjir yang mencapai sepinggang orang dewasa itu membuat pihaknya mengimbau sekitar 100 jiwa yang menghuni rumah agar keluar rumah mengantisipasi agar tidak menimbulkan korban jiwa.

    Banjir tersebut sudah terjadi dua hari terakhir, namun kini kondisi air sudah mulai surut dan hujan pun mulai berhenti.

    Sebelumnya pada Jumat (4/11) curah hujan tinggi juga mengakibatkan 70 rumah di Kampung Koto, Kecamatan Ulakan-Tapakis, terendam banjir.

    Ia mengimbau warga yang rumahnya terendam banjir hingga satu meter sebaiknya pindah ke rumah sanak saudara yang lebih aman guna terhindar dari bencana.

    Pihaknya juga mengimbau warga agar menghindari daerah-daerah rawan longsor menyusul tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

    "Masyarakat diharapkan waspada khususnya yang tinggal di lereng-lereng bukit, karena longsor biasanya terjadi akibat curah hujan yang lebih tinggi akhir-akhir ini," tambahnya.

    Ia menyarankan, jika perlu untuk sementara warga mengungsi ke tempat lebih aman, sehinga benar-benar terhindar dari ancaman longsor yang mengintai.(antara)


    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!