• Home
  • Nasional
  • Warga Malaysia Jadi CEO, RS Columbia Asia Medan Langgar Aturan

Warga Malaysia Jadi CEO, RS Columbia Asia Medan Langgar Aturan

Jumat, 4 November 2011 | 22:48:49
MEDAN(EKSPOSnews): Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Medan Friment FS Aruan mengakui jika Chief Excecutive Officer (CEO) Rumah Sakit Columbia Asia Medan Ravi Raj berkewarganegaraan Malaysia menyalahi aturan imigrasi dan peraturan ketenagakerjaan.

Dalam rapat dengar pendapat di DPRD Sumut di Medan, Jumat, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, Ravi Raj hanya mendapatkan izin sebagai Chief Excecutive Advisor (CEA) di PT Nusa Utama Medicallindo yang menaungi RS Columbia Asia Medan.

Sebagai CEA, WN Malaysia tersebut hanya berhak memberikan masukan dan nasihat mengenai pengelolaan manajemen di PT Nusa Utama Medicallindo.

Namun dalam kenyataannya, WN Malaysia itu justru bertindak CEO. "Izinnya tidak sesuai dalam kesehariannya, tidak dilakukan dengan benar," katanya.

Menurut Friment, pihaknya akan menindak WN Malaysia yang melanggar ketentuan keimigrasian tersebut sesuai ketentuan dalam Undang Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Namun pejabat imigrasi itu tidak bersedia menyebutkan sanksi yang akan dikenakan bagi warga asing yang menjadi CEO RS Columbia Asia Medan tersebut.

Anggota DPRD Sumut Rinawati Sianturi mengingatkan pihak imigrasi untuk bertindak tegas tentang sanksi-sanksi yang tercantum dalam Undang Undang Nomor 16 tahun 2011 tentang Keimigrasian itu.

Diantaranya, pencantuman Ravi Raj dalam daftar pencegahan atau penangkalan (cekal), pembatasan atau pembatalan izin tinggal, larangan berada di Indonesia, dan deportasi atau dikembalikan ke negaranya.

Anggota DPRD Sumut lainnya Brilian Moktar mengatakan, keberadaan WN Malaysia yang menyalahi ketentuan keimigrasian itu diketahui setelah adanya pemecatan sepihak terhadap salah seorang karyawan RS Columbia Asia Medan.

Kemudian, pihaknya mendapatkan salinan surat dari Kementerian Kesehatan yang ditanda tangani Dirjen Bina Upaya Kesehatan Dr Supriyantoro, Sp.P, MARS tertanggal 18 Maret 2011 yang menyebutkan keberadaan WN Malaysia itu sebagai CEO RS Columbia Asia Medan melanggar Undang Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Rumah Sakit.

Usai rapat dengar pendapat itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Medan Friment FS Aruan tetap belum dapat menyebutkan sanksi yang akan diberikan kepada WN Malaysia yang melanggar peraturan tersebut.

"Akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.(ana)

BERITA LAINNYA
JK Belum Pastikan Kenaikan Harga BBM
Jumat, 24 Oktober 2014 | 16:32:25
Petugas Awasi Zona Merah Sinabung
Jumat, 24 Oktober 2014 | 07:16:43
Warga Mukomuko Segel Lahan Pabrik Tortila
Kamis, 23 Oktober 2014 | 15:16:05
Tugu Peringatan Bantu Obati Trauma Korban Tsunami
Kamis, 23 Oktober 2014 | 06:22:46
Persoalan Aceh Sangat Kompleks
Rabu, 22 Oktober 2014 | 05:55:30
Terlantar, Puluhan Penumpang Lion Air Ngamuk
Rabu, 22 Oktober 2014 | 05:50:05
Demo Warga di Lhokseumawe Anarkis
Selasa, 21 Oktober 2014 | 22:11:39
Pedagang Pasar Atjeh Demo ke Balai Kota
Selasa, 21 Oktober 2014 | 15:50:45
Seluruh Menteri KIB II Resmi Diberhentikan
Selasa, 21 Oktober 2014 | 05:11:57
Relawan Nobar Pelantikan Jokowi-JK di Banda Aceh
Selasa, 21 Oktober 2014 | 04:33:35
BERIKAN KOMENTAR
Top