
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Wali Kota Siantar Nyanyi, Pasien RS Mengeluh
Jansen
Kegiatan Pemko Siantar yang dilakukan di area parkir RS TiaraPEMATANGSIANTAR (EKSPOSnews) : Sejumlah pasien di Rumah Sakit (RS)
Tiara, Jalan Menambin, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar
Barat, mengeluhkan acara yang digelar Pemko Kota Pematangsiantar, Selasa
1 November 2011.
Sebelumnya acara yang digelar di area parkir rumah sakit itu, dalam rangka menyambut kedatangan Tim Evaluasi Kelurahan Percontohan Sepuluh Program Pokok PKK Provinsi Sumatera Utara. Namun, acara itu dinilai menimbulkan kebisingan dan mengganggu para pasien yang sedang menjalani rawat inap. Keluhan ini diutarakan Pangeran Harahap, salah seorang pasien yang dirawat sakit tipus, mengaku frustasi mendengar suara musik dari acara yang dihadiri Ketua Tim PKK Sumut, Sutias Handayani Gatot Pujonogroho itu. Dia mengaku, jantungnya berdebar - debar mendengarkan suara musik yang mulai dihidupkan sejak pukul 08.00 WIB. Pangeran juga semakin emosi setelah mengetahui Wali Kota Hulman Sitorus ikut bernyanyi di panggung. Dia menilai, jika orang nomor satu di Kota Pematangsiantar itu nggak ada otak. "Ini rumah sakit, dimana pasien membutuhkan ketenangan," ujar pria yang dirawat di kamar no 4 itu. Pangeran mengatakan, rencananya untuk pulang, Selasa 1 November 2011, gagal karena kondisinya menurun akibat mendengar suara bising. Warga Jalan Tanah Jawa , Kelurahan Melayu ini terpaksa harus kembali dirawat. Dia juga menyesalkan sikap pemko yang kurang jeli dalam memilih tempat untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Sementara itu, pasien lainnya, Sarmon langsung meninggalkan RS Tiara akibat kebisingan dari acara tersebut. Menurut pria keturunan Tionghoa ini, acara itu mengganggu waktu istirahatnya. Sementara dirinya telah diminta dokter berpuasa selama dua jam dan disarankan tidur. "Akibat suara keras dari acara itu, bagaimana saya bisa tidur," ujar pasien yang dirawat di kamar no 5 tersebut. Sarmon yang harusnya dirawat selama 10 hari akibat menderita penyakit diabetes ini, mengaku tidak nyaman atas kondisi di lingkungan RS Tiara, akibat acara itu. Dia akhirnya memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit dan pulang ke Jakarta. Perawat bernama Yuyun yang ditemui di kantor RS Tiara mengelak saat dimintai keterangan atas pelaksanaan acara itu. Dia menyarankan agar hal itu ditanya pada pihak Kelurahan Timbang Galung, yang meminta acara itu dibuat di area parkir RS Tiara. Menurut Yuyun, sebelumnya telah meminta penyelenggara acara agar tidak terlalu ribut. Namun, pihak RS Tiara mengaku tidak berani menolak permintaan Kelurah. "Bagaimana ya, dikasih salah. Tidak dikasih, nanti ada efek sampingnya," ujar Yuyun. Lurah Timbang Galung, Sahrul Pane, yang ditemui usai kegiatan, mengatakan, sudah minta ijin dari rumah sakit dan diperbolehkan. Masalah terganggunya pasien, dia mengaku kurang tahu, namun yang pasti pihaknya telah minta ijin. (js)
BERITA TERKAIT:
|