
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Kematian Ibu Melahirkan di Pekanbaru Masih Tinggi
PEKANBARU (EKSPOSnews): Angka kematian ibu saat melahirkan di Provinsi Riau masih tergolong tinggi yakni 207 orang meninggal dari 100 ribu ibu kelahirkan pertahun, dikarenakan masih minimnya informasi dan wawasan sang ibu, terlebih daerah pedalaman. "Sedangkan target pemerintah melalui Menteri Kesehatan angka kematian ibu 102 dari 100 ribu kelahiran per tahun," kata Kepala Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi Data BKKBN Riau, Said Masri di Pekanbaru, Selasa 1 November 2011. Ia menjelaskan angka kematian ibu melahirkan ini sangat banyak dijumpai didaerah-daerah terpencil dan daerah perbatasan, disebabkan minimnya Informasi dan penyuluhan terhadap ibu-ibu rumah tangga di daerah tersebut. "Kebanyakan dari kematian ibu melahirkan ini disebabkan karena usia melahirkan sudah tua 40 tahun keatas jadi dia tidak kuat lagi, kemudian nikah diusia muda 17 tahun, dan jarak kelahiran dekat," ujarnya. Said tambahkan saat ini Provinsi Riau masih kekurangan tenaga penyuluh Keluarga Berencana (KB) dan diperkirakan jumlah kekurangan petugas penyuluhan KB di Riau sekitar 1400 orang. "Kita akui memang masih kekurangan tenaga penyuluh, namun belum ada tanggapan juga dari pemerintah, sedangkan akses menuju ke daerah terpencil itu memerlukan banyak anggota, jadi itulah sebabnya masih minimnya Informasi didapatkan Ibu-ibu di daerah pedalaman," ucapnya. Peran pemerintah daerah kabupaten/kota di Riau sangat penting dalam meminimalisir terjadinya kematian ibu melahirkan. Dengan memberikan penyuluhan terhadap tentang kesehatan alat reproduksi dan tentang bagaimana menjaga kesehatan kandungan dan peran Keluarga Berencana, diharapkan bisa menekan angka kematian itu, kata Said. (antara)
BERITA TERKAIT:
|