Rabu, 23 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Pembuatan E-KTP di Padang Terkendala
    PADANG (EKSPOSnews): Program pembuatan Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) di Kota Padang, Sumatera Barat, telah berjalan sejak awal September 2011, masih mengalami kendala.

    "Kendalanya jaringan internet sering terganggu hingga 10 hari, juga komputer mengalami rusak sehingga tidak bisa tersambung ke jaringan induk, sehingga program E-KTP jadi terhambat," kata Walikota Padang, Fuazi Bahar, di Padang, Sabtu 8 Oktober 2011.

    Menurutnya, pelayanan E-KTP menjadi terganggu terdapat di Kecamatan Padang Selatan, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, serta Lubuk Kilangan.

    "Saat ini, sejumlah kerusakan peralatan e-KTP itu sudah dilaporkan ke Dinas Dukcapil untuk selanjutnya diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri," katanya.

    Dia menambahan, hanya tiga kecamatan mengalami kendala, untuk kecamatan lain masih tetap berjalan melayani masyarakat dalam pembuatan E-KPT.

    "Beberapa kecamatan melayani masyarakat dalam prose pembuatan E-KTP hingga malam hari," katanya.

    Sekarang ini berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Padang, sebanyak 27.000 buah E-KTP selesai dikerjakan.

    "Kita optimis semua warga Kota Padang akhir 2011, telah memiliki E-KTP," kata Fauzi Bahar.

    Dia mengatakan, pemerintah Kota Padang menganggarkan untuk biaya operasional pengurusan E-KTP sebesar Rp8 Miliar lebih untuk 2011 meski program tersebut dibiayai pemerintah pusat sebesar Rp6,7 Miliar.

    "Untuk Kota Padang yang berpenduduk wajib KTP sebanyak 615.299 dan anggaran untuk program E-KTP diperkirakan mencapai Rp20 miliar lebih," katanya.

    Menurutnya, untuk pelayanan pembuatan E-KTP, Disdukcapil telah menyiapkan 139 orang petugas dengan rincian 46 orang petugas verifikasi dan 90 orang petugas operator yang tersebar di 11 kecamatan.

    "Para petugas tersebut telah diberikan petunjuk teknis baik melalui beberapa kegiatan sosialisasi maupun melalui buku-buku petunjuk standar operasional prosedur penerbitan E-KTP yang dikeluarkan pihak Kementerian dalam negeri RI,"katanya.

    Dia menambahkan, jumlah alat pencetak tersebut memang tidak sama untuk setiap kecamatan, jumlah tersebut terus bertambah, jika jumlah warga di kecamatan bersangkutan semakin banyak.

    "Setiap alat pencetak dilayani operator khusus sehingga bisa mencetak sedikitnya 150 E-KTP setiap hari dan dengan rata-rata empat unit pencetak di setiap kecamatan maka bisa dihasilkan sebanyak 600 buah E-KTP per hari,"katanya.

    Fauzi Bahar berharap kerusakan, peralatan itu segera diperbaiki sehingga program nasional ini dapat berjalan lancar. (antara)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!